Cara Menanam Hidroponik Paling Mudah Untuk Pemula

Cara Menanam Hidroponik – Pada artikel ini saya akan membahas tentang hidroponik. Fenomena ini bisa dibilang sedang hits dikalangan penduduk indonesia khususnya di daerah perkotaan. Hidroponik datang dengan membawa banyak solusi dalam hal bercocok tanam yang selama ini mungkin banyak masalah dan tidak efektif.

Saya pribadi mengenal hidroponik dari sebuah pelatihan di Cibubur. Dari awal memang saya ingin sekali memiliki bisnis dibidang pertanian. Hidroponik sangat cocok untuk orang-orang seperti saya yang tidak tahu sama sekali tentang bercocok tanam. Cocok buat kamu yang hanya punya sedikit waktu luang, cocok buat kamu yang sama sekali bukan lulusan jurusan pertanian, cocok buat kamu yang ingin menghijaukan rumah, dan lain-lain.

Apa itu Hidroponik?

apa itu hidroponik
www.nu.or.id

Mungkin banyak dari kita yang tidak mengerti atau bahkan tidak tahu ada istilah hidroponik. Saya akan menjelaskan dengan apa yang saya paham dan apa yang sama mengerti.

Hidroponik pengertian sederhananya adalah bercocok tanam dengan media air. Itu pengertian yang paling sederhana. Ya kita memakai air untuk memberi semua nutrisi tanaman yang akan kita tanam, air menjadi hal yang paling penting jika kamu ingin menanam sesuatu memakai hidroponik.

Mindset

mindset adalah
pixabay.com

Kebanyakan orang berfikir bahwa tidak mungkin lagi untuk bertani di daerah perkotaan karena lahan yang sempit. Semua lahan yang tersedia rata-rata sudah menjadi rumah hunian, gedung-gedung tinggi, mall, dan bangunan lainnya.

Tidak sedikit juga orang kota yang masih memiliki semangat untuk bertani meski dengan kondisi demikian. Hidroponik datang sebagai solusi buat mereka-mereka yang ingin memperjuangkan budaya bertani di perkotaan.

Jarang sekali orang yang bercita-cita menjadi petani, mereka berfikir kehidupan petani tidak bisa membuat mereka sejahtera apa lagi di perkotaan. Namun semenjak ada hidroponik kembali banyak orang-orang dari tua sampai yang muda sekalipun sadar akan pentingnya bertani.

Indonesia kini memiliki masalah salah satunya adalah kekurangan sumber daya manusia yang bisa mengelola sumber makanan kita semua.

Bisa dibilang prospek kedepan untuk hidroponik sendiri sangat baik, karena ini yang dibutuhkan para penduduk perkotaan agar bisa memproduksi tanaman di rumahnya masing-masing.

Kini pelatihan-pelatihan hidroponik sudah lumayan banyak dan ada dimana-mana. Mereka yang mengadakan pelatihan tersebut bukan cuma untuk mencari uang, namun mereka ingin menyebarkan virus bertani bagi masyarakat dengan semua kompleksivitas yang ada karena tinggal di kota.

Tujuan Menanam Hidroponik

mengatur rencana
pixabay.com

Berbagai alasan mengapa orang memutuskan untuk menanam tanaman dengan Hidroponik. Tentukan tujuan kamu dari awal, kenapa kamu mau menanam hidroponik. Alasan itu yang akan membuat kamu tetap konsisten. Berikut alasan-alasan kenapa orang ingin berhidroponik.

Konsumsi Sendiri

makan sayur
pixabay.com

Biasanya ini mungkin mereka membuat hidroponik dirumah kecil-kecilan, mereka membuat untuk memperindah taman-taman/rumah-rumah mereka. Biasanya kalau sudah bisa panen mereka akan konsumsi sendiri hasil panen tersebut.

Landscape di Rumah

tanaman hias
tanamtanaman.com

Biasanya mereka hobi untuk bercocok tanam, mereka hobi untuk membuat landscape indah di pekarangan rumah mereka. Ada juga yang ingin mengisi waktu luang, bagi mereka yang sudah tua yang biasanya sudah tidak bekerja, biasanya mereka menanam hidroponik dirumahnya agar ada tetap produktif meski sudah bukan usia produktif.

Bisnis

bisnis hidroponik
pixabay.com

Nah, kalau alasan ini bisa dibilang juga sangat banyak. Awalnya biasa mereka hanya iseng-iseng menanam lama kelamaan bisa menjadi uang. Ada juga yang memang dari awal mereka membua rencana bisnis yang matang untuk memproduksi tanaman-tanaman hidroponik.

Mereka membuat lahan hidroponik yang luas dan tersisitem. Ada karyawan yang setiap hari maintenance, ada keuangan, ada HR, ada tim marketing. Mereka ini biasanya memiliki modal yang besar dan sudah sangat tahu prospek hidroponik untuk dijadikan bisnis. Oleh karena itu mereka tidak takut untuk menggelontorkan banyak dana untuk membuat sistem hidroponik yang besar.

Keuntungan Hidroponik

keuntungan hidroponik
kompasiana.com
  1. Lahan lebih efesien
  2. Tidak memakai tanah
  3. Kualitas dan kuantitas lebih tinggi dan besih
  4. Penggunaan air lebih efesien
  5. Pengendalian hama lebih mudah
  6. Mudah ditanami
  7. Tidak memakai pestisida pupuk dan bahan kimia
  8. Tanaman tumbuh lebih cepat
  9. Tumbuh dengan maksimal dengan lahan yang ada
  10. Tidak tergantung musim
  11. Tidak menghasilkan limbah berbahaya

Cara Menanam Hidroponik Untuk Pemula

hidroponik untuk pemula
www.urbanhidroponik.com

Setelah kamu tahu tujuan kamu untuk menanam hidroponik, dipembahasan ini kita akan membahas terkait teknis cara menanam hidroponik untuk pemula.

Air Adalah Kunci

air jernih
pexels.com

Saking pentingnya bab ini, saya langsung taruh di awal. Karena kebanyakan pemula gagal karena tidak memperhatikan hal ini.

Air adalah hal yang paling penting di hidroponik. Kita harus memastikan kita menggunakan air yang berkualitas agar bisa memaksimalkan bercocok tanam.

Kita membutuhkan alat pengukur kualitas air yang diukur lewat angka ppm yang ada di air tersebut. Untuk cara mengukurnya, kamu cukup membeli alat Total Dissolved Solid meter atau biasa dikenal dengan TDS meter.

Pentingnya TDS meter ini bisa diibaratkan seperti ini. Kalau petani konvensional memiliki alat yang sangat penting untuk aktfitiasnya yaitu cangkul, nah TDS meter ini bisa dibilang cangkulnya petani hidroponik.

tds meter
www.tanamania.com

Cara mengukurnya adalah kamu masukan alat TDS Meter ke dalam air. Hanya ujungnya saja ya jangan sampai semua alat tersebut tercelup ke ujung air. Setelah itu kamu tunggu sebentar, dan keluarlah angka ppm yang terkandung air tersebut.

Batas ukur untuk air yang bagus dan tidak bagus adalah seperti ini : semakin kecil angka ppm nya berarti air itu bagus untuk digunakan menanam hidroponik karena air tersebut tidak mengandung mineral yang terlalu banyak.

Batas wajar air yang bisa dipakai adalah harus dibawah 150 ppm. Kalau diatas 150 ppm bisa dibilang air tersebut sudah tercemar banyak mineral yang kita tidak tahu apa saja kandungannya. Kemungkinan besar bisa berdampak buruk untuk tanaman kita nanti.

Biasanya air rumah yang diatas 150 ppm adalah rumah-rumah yang berada di dekat laut. Karena biasanya air perumahan tersebut sedikit tercemar air laut yang banyak terkandung mineral.

Solusi Air Diatas 150 ppm

tampung air hujan

Kalau misal kamu memiliki air diatas 150 ppm nya, kamu bisa menggunakan air-air ini

1. Amidis (air minum distalasi) air yang ppm nya dibawah 10 karena air tersebut sudah di distalasi sehingga itu menjadi air tanpa kandungan.

2. Air aqua/galon yang biasa kita pakai biasanya memiliki ppm 70-80 dan masih bisa kita pakai

3. Kamu juga bisa memakai air hujan. Namun jika kamu mau memakai air hujan, harus kamu diamkan dulu semalam baru bisa dipakai esoknya. Karena takutnya air yang turun sudah tercampur dengan zat-zat yang ada di langit.

Maksud dari didiamkan adalah untuk memberi waktu supaya zat-zat tersebut mengendap di dasar air. Kamu bisa pakai air tersebut sampai Ā¾ nya. Jangan pakai yang paling bawah.

4. Air bekas ac. Jika kamu dirumah menggunakan ac atau bahkan banyak ac, kamu bisa memakai air bekas ac untuk modal bercocok tanam hidroponik.

Persiapan

bibit hidroponik
unsplash.com

Cara menanam hidroponik yang pertama tentu kita harus melakukan persiapan. Beli bibit dimanapun ada. Saya rekomendasikan untuk awal tanam yang mudah yaitu sayur-sayuran seperti sawi pakcoy caisin bayam kangkung selada.

Selanjutnya cari tempat disekitar rumah, entah itu di teras, di halaman belakang, di atap, di balkon lantai 2, intinya siapkan tempat yang kira-kira bisa terkena sinar matahari tapi jangan sampai kehujanan juga.

Kalau dulu saya taruh di teras dan sampingnya saya tutup dengan plastik besar. Kalau kamu punya modal juga, kamu bisa membuat atap pakai plastik benih, kalau ingin lebih mahal dikit lagi pakai atap bening.

Bahan-bahan Untuk Awal

  1. Gabus bekas buah
  2. Plastik hitam
  3. Tds meter
  4. Bibit
  5. Air nutrisi
  6. Netpot
  7. Kain flanel
  8. Rockwool
  9. Aerator
  10. Tabel pph per tanaman

Membuat Media Tanam + Air Nutrisi

  1. Siapkan kotak gabus. Biasanya gabus ini bisa didapat di tempat buah karena mereka biasanya akan membuang box gabus bekas buah-buahan. Kalau saya waktu itu datang ke beberapa tempat tukang buah, rata-rata dari mereka langsung dibuang. Tapi ada 2 tempat yang masih menyimpannya. Saya dapat kira-kira 4 box untuk belajar dirumah. Ketika saya tanya harganya, mereka bilang gratis ambil saja toh itu bagi mereka sampah juga.
  2. Bersikan box gabus tersebut, karena biasanya kalau bekas buah, banyak sekali semut atau getah atau serpihan-serpihan bekas buah. Cuci pakai air juga tidak apa-apa, intinya sampai bersih.
  3. Lalu buat lobang dibagian atas box, sekitar 12-15 lobang 1 box. Sesuaikan lobang dengan besar netpot.
  4. Untuk bagian bawah, lapisi dengan trash bag atau plastik hitam. Pastikan semua tertutup dan jangan ada lubang sekecil apapun. Karena bagian bawah akan diisi dengan air nutrisi.
  5. Potong kain flanel tidak terlalu besar, mungkin sekitar 12x3cm. Kain flanel berfungsi untuk menjadi akar bantuan yang akan menyerap air nutrisi ke tanaman sebelum tanaman tersebut memiliki akar yang lebih panjang.
  6. Masukan kain flanelnya ke bagian bawah netpot.
  7. Buat air nutrisi. Kamu bisa langsung membeli air nutrisi yang sudah jadi atau bisa dalam bentuk bubuk. Kalau saya beli yang bentuk bubuk seharga 90.000 dapat larutan A dan B. cara melarutkan yang bubuk jangan sampai salah.
  • Siapkan 5 liter air dengan ppm dibawah 150,
  • lalu tuangkan 1 bungkus larutan A dan B dipisah.
  • Aduk pakai tangan tidak apa-apa, intinya aduk sampai rata.
  • Siapkan 2 dirigen 5 liter, lalu tuangkan larutan A dan B tersebut
  • Beri label tiap dirigen, mana yang isinya larutan A dan mana yang B.
  1. Pastikan semua sesuai prosedur, dan sudah selesai.

Menyemai

  1. Potong rockwool sebesar 3x3x3cm. Tidak usah presisi, pakai perkiraan saja. Rockwool ini merupakan salah satu media tanam hidroponik yang sering dipakai orang dan memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi karena memiliki daya serap yang baik.
  2. Pilih bibit yang mau di semai. Untuk pokcay sawi caisin selada, 1 potongan rockwool 1 bibit, tapi kalau kangkung dan bayam 1 rockwool bisa langsung banyak bibit.
  3. Basahi rockwool dengan air.
  4. Cara menaruh bibit di rockwool, pertama buatlah lobang sesuai besar dari bibitnya diatas rockwool menggunakan ujung sumpit atau tusuk gigi. Pastikan lobangnya jangan sampai menembus ke bawah, cukup diatasnya saja. Lalu taruhlah bibit tersebut di lobang.
  5. Semai bibit sebanyak yang kamu butuhkan, biasanya saya semai sesuai jumlah tempat menanamnya nanti.
  6. Tutup dengan plastik hitam supaya tidak terkena matahari, diamkan selama 1 malam untuk menunggu pecahnya bibit.
  7. Besoknya perkenalkan bibit-bibit tersebut ke matahari pagi dan sore saja, jangan lupa rockwool harus selalu basah. Biasanya kalau kamu sibuk kerja atau ngampus atau apapun itu, cukup pagi hari kamu basahi rockwool dan tempatkan diteras rumah kamu.
  8. Lakukan penjemuran bibit tiap hari sampai bibit berubah menjadi daun 4. Lamanya waktu dari penyemaian sampai ke daun 4 maksimal 10 hari. Setelah 10 hari biasanya sudah siap untuk dipindah ke netpot untuk diberikan air nutrisi.

Pemindahan ke Media Tanam

  1. Jika daun sudah daun 4 tanaman siap untuk dipindahkan ke box gabus yang sudah kita siapkan.
  2. Paling awal kamu harus membuat air nutrisi yang akan mengganti pupuk dari tanaman tersebut. Cara membuat air nutrisi untuk menanam,
  3. Kamu cukup campurkan larutan A dan B dengan secukupnya, jangan terlalu banyak.
  4. Kamu campurkan dengan air secukupnya juga.
  5. Maksud secukupnya disini adalah kamu harus tahu beberapa ppm air untuk menanam awal tanaman kamu. Kamu bisa lihat tabel ppm air + tanaman disini. Kamu pastikan ppm nutrisi sesuai dengan apa yang ingin kamu tanam. Kalau misal kamu terlanjur berlebih ppmnya, tinggal tambahin air, kalau kurang tambahin nutrisinya.
  6. Setelah air sudah terisi di box, kamu masukan rockwool yang kecil-kecil itu ke netpot masing-masing satu.
  7. Basahkan kain flanel yang dibawah netpot dengan air nutrisi yang sudah dibuat, untuk membantu mempercepat terserapnya air ke tanaman.
  8. Taruh netpot tersebut ke lobang yang sudah di sediakan.
  9. Taruh di tempat yang terkena sinar matahari.
  10. Pasang aerator ke dengan penghubung selang kecil ke semua box. Aerator berguna untuk membuat gelembung air yang akan membuat air kaya dengan oksigen. Tanaman akan lebih bagus kalau kita memakai aerator meski jika tidak memakai pun tetap bisa tumbuh.
  11. Panen untuk sayur-sayuran kurang lebih 1 bulan. Saya juga sudah bahas dengan lengkap mengenai sayuran hidroponik beserta manfaat dan masa panennya.

Penggunaan Tabel PPM Tanaman

tabel ppm hidroponik

  1. Untuk awal semua pakai 600-700ppm saja.
  2. Minggu depannya naikkan 200ppm.
  3. Minggu depannya lagi kamu naikan lagi 200ppm.
  4. Terus seperti itu tiap minggu sampai batas maksimal yang ada di tabel tersebut.
  5. Pastikan tiap 3 hari sekali untuk mengecek ppm air, karena biasanya ada penguapan terjadi yang membuat ppm air naik/turun.

Panen dan Penyemaian Ulang

Biasanya untuk jenis tanaman sayur-sayuran kamu bisa memanen sekitar 1 bulan dari ketika dipindahkan ke netpot. Cara panennya sebagai berikut :

  1. Lepas netpot dari box gabusnya.
  2. Langsung cabut saja tanaman dari netpotnya.
  3. Lepaskan rockwool yang masih melekat.
  4. Bersihkan netpot dan kain flanel agar bisa dipakai kembali.
  5. Bersihkan dan kuras box gabus tersebut.
  6. Kamu bisa menikmati hasil panen kamu.

Untuk penyemaian ulang saran saya adalah 10 hari sebelum panen tanaman, kamu sudah memulai untuk menyemai lagi. Jadi ketika tanaman kamu sudah panen, otomatis bibit yang kamu semai tadi sudah menjadi daun empat. Kamu pun bisa langsung taruh ke netpot lalu ke box nya dengan tentu mengisi ulang air nutrisinya juga

Hidroponik dengan Sistem

Kalau kamu ingin membuat langsung dengan sistem yang baik dan terorganisasi, kamu bisa mencoba berbagai teknik di bawah ini.

  1. Rakit Apung. Sistem yang termasuk simple. Terbuat dari styrofoam dan langsung mengapung di air nutrisi. Jadi tidak perlu lagi penyangga karena sudah terapung langsung dan otomatis air nutrisi untuk tanaman aman terkendali.
    hidroponik rakit apung
    ghalizaamola.wordpress.com
  2. NFT (Nutrent FIlm Technique). Biasanya memakaiĀ media datar seperti talang air yang persegi. Air akan dialirkan dari tandon ke tanaman dan balik lagi ke tandon.
    hidroponik nft
    www.youtube.com
  3. DFT (Deep Flow Technique). Biasanya memakai paralon yang dibolongkan untuk tempat tanaman. Bedanya dengan NFT, kedalaman nutrisi lebih dalam sehingga ada air yang tergenang di dalam paralon.
    hidroponik dft
    takimdanazra.blogspot.com
  4. Dutch Bucket System. Menggunakan bucket untuk jadi media tanam yang disokong oleh cocopeat. Mirip dengan sistem NFT, hanya beda bahan-bahan untuk instalasinya.
    hidroponik dutch bucket
    www.youtube.com

Masing-masing sistem memiliki kelebihan dan kekurangan serta memiliki fungsi yang berbeda-beda. Untuk yang paling mudah adalah sistem DFT, nanti saya akan bahas di post tentang teknik hidroponik.

Saatnya Mulai Dari Sekarang

cara menanam hidroponik
unsplash.com

Menjadi petani hidroponik membutuhkan ketekunan yang tinggi demi mendapatkan hasil maksimal. Saya pernah juga waktu sampai tahap setelah dipindahkan ke box, saya tidak pernah perhatikan lagi nutrisinya, ppm airnya, dan lain-lainnya. Meski tanaman tetap tumbuh setelah sebulan, namun tidak mendapat hasil yang maksimal. Disatu sisi ini bisa menggambarkan kemudahan menanam hidroponik, saking mudahnya kamu tidak perhatikan pun tetap tumbuh.

Disini saya hanya ingin berbagi cara menanam hidroponik untuk pemula, semoga kamu bisa mempraktekkannya. Jika kamu ada pertanyaan, bisa langsung komen dibawah atau hubungi saya lewat email ataupun sosial media saya.

Terimakasih, selamat berjuang kawan-kawan petani hidroponik indonesia! Sebarkan virus hidroponik!

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.