Pengertian Data Kualitatif, Cara Penyajian dan Ciri-Cirinya

Artikel ini membahas mengenai Data Kualitatif secara lengkap. Dari mulai pengertian, Penyajian, sumber data, hingga ciri-cirinya. Selamat membaca.

data kualitatif

Pengertian Data Kualitatif

Pengertian data adalah keterangan, informasi tentang bidang yang diamati. Bisa berupa kata-kata atau teks, foto, cerita, gambar dan sebagainya. data penelitian bisa dibedakan dari sumber informasi serta jenis data dengan cara informasi didapatkan.

Data kualitatif merupakan tangkapan atas perkataan dari subjek penelitian menggunakan bahasanya sendiri. Data kualitatif adalah data yang memperlihatkan karakteristik dari objek penelitian. Maka dari itu, data kualitatif bukan menampilkan kategori di dalam bentuk angka-angka. Penampilan angka justru bisa menghilangkan informasi yang dimiliki data kualitatif.

Data kualitatif memiliki sifat mendalam dan terperinci, sehingga sifatnya menjadi panjang lebar. Akibat dari hal ini adalah analisis datanya bersifat spesifik, terutama dalam meringkas data serta menyatukannya di dalam alur analisis yang gampang dipahami oleh pihak lian. Sifat data semacam ini beda dengan data kuantitatif yang lebih simetris terbakukan serta mudah disajikan si dalam format yang ringkas.

Tingkatan pengukuran untuk data kualitatif biasanya diberikan dalam bentuk skala ordinal maupun nominal. Skala nominal bisa mengklarifikasi data di dalam kategori tertentu. sedangkan skala ordinal diperoleh peringkat dari setiap kategori.

Data kualitatif disimpan di dalam catatan harian atau catatan lapangan. Hal itu adalah instrumen utama yang melekat dengan teknik pengumpulan data kualitatif.

Isi dari catatan fakta tidak boleh berisi tentang penafsiran peneliti secara pribadi, melainkan fakta apa adanya dan teruji kebenarannya. Peneliti mencatat fakta serinci dan selengkap mungkin.

Hal yang sifatnya abstrak hanya dapat dimasukkan saat benar-benar bisa diandalkan atau dipercaya. Setiap fakta akan mewakili peristiwa yang penting serta dimasukkan dalam proposisi yang hendak disusun, maupun sebagai konteks dari suatu kegiatan.

Penyajian Data Kualitatif

Bentuk-bentuk penyajian data kualitatif adalah dalam bentuk tabel maupun diagram. Penyajian dalam bentuk tabel disebut dengan tabel distribusi frekuensi kualitatif dengan ciri pembagian kelas berdasar pada kategori tertentu.

Tabel Data Kualitatif

Tabel yang bisa digunakan ada 3 macam, yaitu :

Tabel Baris – Kolom

semua tabel terdiri dari beberapa kolom dan baris. Tabel kolom memiliki ciri tidak terdiri dari faktor dalam beberapa kategori dan bukanlah data kuantitatif dalam beberapa kelompok.

Tabel Kontingensi

disusun berdasar pada banyaknya kolom dan baris. Tujuan dari penyajian tabel kontingensi adalah memberikan gambaran pada hasil penelitian. Biasanya digunakan dalam perhitungan statistic inferensial dengan tujuan menguji hipotesis.

Tabel Distribusi Frekuensi

tabel yang berisi nilai-nilai dari data yang dapat dikelompokkan dalam interval tertentu. Setiap interval memiliki frekuensi tersendiri.

Diagram Data Kualitatif

Sedangkan penyajian dalam bentuk diagram bisa dilakukan apabila data tidak terkelompok. Diagram merupakan gambar yang menyajikan data secara visual. Diagram bisa dibuat berdasarkan pada tabel sebelumnya. Kelemahan dari penyajian data kualitatif dalam bentuk diagram adalah tidak bisa memberikan gambaran mendetail.

Penyajian data dalam bentuk diagram bisa digolongkan dalam 4 jenis. Diantaranya diagram lingkaran (pie graph), diagram garis, diagram batang (bar graph), serta pictogram.

Diagram Lingkaran (Pie Graph) :

merupakan penyajian data statistic menggunakan gambar lingkaran. Lingkaran dibagi menjadi beberapa bagian yang menyatakan nilai di dalam bentuk persen.

Diagram Batang

Biasanya digunakan untuk data yang berbentuk diskrit atau cacahan. Diagram batang merupakan bentuk penyajian data dalam bentuk batang yang dicatat pada interval tertentu di bidang cartesius. Ada dua jenis diagram batang yaitu diagram batang vertikal dan horizontal.

Diagram Garis

Merupakan diagram yang digambarkan berdasar pada data waktu. biasanya dalam bentuk tahun ataupun bulan. Diagram garis digunakan untuk menggambarkan data mengenai keadaan yang continue atau kerkesinambungan.

Pictogram atau Diagram Gambar

Merupakan diagram yang mana data disajikan ke dalam bentuk gambar maupun lukisan untuk mewakili benda yang mewakili banyak benda yang sebenarnya.

Sumber Data Primer Penelitian Kualitatif

Terdapat dua sumber data utama yang dijadikan sebagai rujukan, meliputi:

Responden

Merupakan sumber data mengenai keragaman di dalam gejala-gejala, berkaitan dengan kebiasaan, perasaan, motif, sikap, serta persepsi.

Informan

Merupakan sumber data yang terhubung dengan pihak ketiga serta mengenai hal-hal yang menjadi gejala umum dan melembaga.

Menurut Lofland & Lofand, menyebutkan bahwa kata-kata serta tindakan adalah sumber data utama di dalam penelitian kualitatif. Data selain data yang utama dikenal dengan data tambahan laiknya dokumen. Ezmir menyebutkan jika sumber data bisa berasal dari objek yang langsung ada di lapangan ataupun dari catatan oleh orang lain.

Contoh sumber data yang dibuat orang lain adalah catatan harian, dokumen resmi, fotograf, serta artikel pada surat kabar.

Data Primer dan Data Sekunder

Menurut Sanusi, sumber data cenderung mengarah pada sumber data itu diambil. Data primer merupakan data yang pertama kali dicatat serta dikumpulkan oleh peneliti, lain halnya dengan data sekunder yang telah tersedia serta dikumpulkan pihak yang lain. Peneliti hanya tinggal memanfaatkan data sesuai dengan kebutuhan.

Data sekunder ada di instansi serta lokasi penelitian. Data yang ada di lokasi penelitian disebut dengan data sekunder internal, sedangkan yang ada di luar lokasi disebut data sekunder eksternal.

Kelebihan Data Primer

Data primer memiliki kelebihan dibandingkan dengan data sekunder, yaitu:

Peneliti bisa mengontrol kualitas data, hal ini dapat dilakukan karena peneliti memahami proses pengumpulannya secara historis.

Bisa mengatasi kesenjangan waktu saat dibutuhkan dengan yang tersedia. kadang, yang diinginkan peneliti adalah tahun terbaru, tetapi, yang tersedia adalah data yang telah out of date.

Peneliti lebih leluasa menghubungkan masalah penelitian dengan ketersediaan data lapangan. Sebab, data primer umumnya dilakukan dengan cara mengelaborasi variabel di dalam rumusan masalah, lalu dicari data melalui pertanyaan yang telah disusun.

Perbedaan Data Primer dan Data Sekunder

Dari pembahasan tersebut, data primer berasal dari hasil observasi serta wawancara dengan subjek penelitian. Data primer adalah data yang utama di dalam penelitian kualitatif, bisa dalam bentuk kata-kata ataupun tindakan organisasi ataupun perorangan.

Sedangkan data sekunder berasal dari dokumen, catatan, ataupun artikel. Data sekunder merupakan data tambahan yang bisa memperkuat informasi mengenai peristiwa, keadaan, serta objek yang diteliti.

Ciri-Ciri Data Kualitatif

Penelitian kualitatif sangat berbeda dengan jenis penelitian lainnya. Nah, ciri-ciri yang bisa Anda pahami mengenai data kualitatif meliputi:

  1. Data kualitatif adalah data secara deskriptif yang ditulis dalam bentuk laporan. Data bisa berupa kata-kata, gambar, namun bukanlah angka.
  2. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode triangulasi yang dilakukan dengan cara ekstensif.
  3. Mementingkan rincian kontekstual, artinya peneliti mengumpulkan data dengan sangat rinci mengenai hal yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
  4. Data bersifat atau cara pandang yang menekankan ciri-ciri, sifat, mutu objek yang bersangkutan. Data kualitatif bersifat non-numerik (kata deskriptif) laiknya, cantik, gagap, tampak kurang berpendidikan, bagus, lincah dan sebagainya.
  5. Data kualitatif dihasilkan dari instrumen yaitu peneliti itu sendiri. peneliti harus terjun langsung dalam penelitian dan merasakan fakta sesungguhnya
  6. Data kualitatif diproses secara induktif dan detail tanpa evaluasi dan interpretasi, lalu dikategorikan, diabstraksi dengan dicari konsep, tema, serta teori sebagai temuannya.

Penutup

Itulah artikel mengenai data kualitatif. Dirangkum dari  pengertian, penyajian, sumber data, hingga ciri-cirinya. Semoga bisa menambah wawasan Anda.

Sampai jumpa di artikel lainnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.