Pembahasan Lengkap Data Kuantitatif : Pengertian, Contoh, Penyajian dan Jenisnya

Artikel ini membahas semua tentang data kuantitatif dari mulai pengertian hingga contoh-contohnya. Selamat membaca.

data kuantitatif
pexels.com

Pengertian Data Kuantitatif

Data kuantitatif merupakan jenis data yang bisa diukur atau measurable atau dihitung langsung sebagai variabel bilangan/angka. Variabel dalam ilmu statistika merupakan karakteristik, atribut, serta pengukuran yang mendeskripsikan kasus maupun objek penelitian.

Menurut pengertian lainnya, data kuantitatif adalah data numeric yang menunjukkan hasil akan pengukuran variabel serta digunakan di dalam keperluan penelitian. Nah, bisa dibilang penelitian kuantitatif selalu memakai jenis data kuantitatif. Meski begitu, bukan berarti jenis penelitian lain seperti kualitatif dan gabungan tidak diperbolehkan menggunakan data kuantitatif.

Contohnya, ada variabel dengan nama berat badan. Kalimat berbunyi “berat badan Lionel Ronald 90 kg.” Maka kalimat tersebut menunjukkan info mengenai berat badan dengan hasil pengukuran yaitu 90 kg. informasi dalam kalimat merupakan angka yang termasuk hasil kuantifikasi.

Lain halnya saat Anda mendengar seseorang mengatakan, “berat badan Lionel Ronald dapat merubuhkan Jembatan.” Meskipun informasi ini bisa menggambarkan bobot yang sangat berat dari Lionel Ronald. Akan tetapi, Anda tidak tahu pasti berapa angka berat badan yang bisa merubuhkan jembatan.

Dapat ditegaskan bahwa data kuantitatif selalu bersifat numeric. Jadi, proses kuantifikasi selalu menghasilkan angka. Di dalam penelitian, sebenarnya tidak semua variabel dapat dikuantifikasi. Dapat dibilang, tidak semua fenomena sebagai objek penelitian dapat diukur menggunakan angka. Maka dari itu, data kuantitatif hanya dapat digunakan pada sebuah penelitian dengan variabel yang dapat diukur.

Perbedaan data kuantitatif dengan data kualitatif bisa baca disini.

Contoh Data Kuantitatif

Beberapa contoh dari data kuantitatif adalah sebagai berikut:

• Data jumlah siswa setiap tahun di sebuah sekolah menengah atas
• Data penjualan barang di sebuah toko kelontong setiap hari
• Data tinggi badan mahasiswa di suatu universitas
• Data pengunjung dari sebuah website
• Data pertumbuhan penduduk di sebuah daerah
• Data kunjungan wisata suatu kabupaten
• Data kuesioner pada suatu penelitian.

Variabel Pembentuk Data

Pada bidang penelitian atau research, data kuantitatif dapat dibagi jadi 3 variabel pembentuk data meliputi:

1. Variabel Ordinal

Merupakan tipe variabel yangs ering disebut dengan ranked data atau data yang diberi peringkat. Misalnya variabel tingkat pendidikan.

2. Variabel Nominal

Merupakan tipe variabel yang merepresentasikan nilai numeric sebagai nama atau label. Misalnya variabel jenis kelamin.

3. Variabel Scale

Merupakan tipe variabel yang digunakan dengan tujuan melakukan perhitungan data pada data angka seperti menghitung nilai statistika deskriptif. Contohnya adalah variabel tinggi badan.

Penyajian Data Kuantitatif

Data kuantitatif dapat disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Data yang berbentuk angka dan bervariasi haruslah dikelompokkan dalam kelompok-kelompok angka ataupun disebut dengan istilah ‘kelas’. Proses ini dikenal dengan penyederhanaan data.

Tabel dalam data kuantitatif disebut distribusi frekuensi kuantitatif. Pembagian kelas ditentukan oleh adanya angka-angka pada proses pengumpulan data. Jika angka yang dihasilkan tidak terlalu bervariasi, maka tabel bisa dibuat dalam bentuk tunggal.

Sedangkan dalam bentuk diagram, bisa dilakukan dalam beberapa bentuk laiknya diagram lingkaran, poligon, histogram, serta ogif. Histogram bisa digunakan untuk menghubungkan antara interval kelas dengan frekuensi. Poligon digunakan untuk menghubungkan nilai tengah kelas dengan frekuensi. Sedangkan ogif dapat menghubungkan antara frekuensi kumulatif dengan interval kelas.

Jenis Data Kuantitatif

Berdasarkan pada proses untuk mendapatkannya, data kuantitatif bisa dibagi menjadi dua jenis, yakni seperti di bawah ini.

1. Data Diskret

Merupakan data dalam bentuk bilangan atau angka dan diperoleh dengan cara membilang. Data diskret merupakan data yang angkanya mempunyai nilai terbatas serta antara satu angka dengan yang lain jelas terpisah. Misalnya:

• Jumlah Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Banyuasin sebanyak 20
• Jumlah siswa laki-laki di SD Negeri Balekambang sebanyak 69 orang
• Jumlah penduduk di Kabupaten Wonogiri sebanyak 246.867 orang.

Dikarenakan cara perolehannya adalah dengan menjumlahkan, maka data diskrit akan berbentuk bilangan bulat (bukan pecahan).

2. Data Kontinum

Merupakan data dalam bentuk angka yang diperoleh berdasar pada hasil pengukuran. Bentuknya bisa berupa bilangan bulat maupun pecahan, tergantung dari jenis skala pengukuran yang dipakai. Data ini juga memiliki kemungkinan nilai tak terbatas di dalam kisaran tertentu.

Contohnya adalah:

• Tinggi badan Andra adalah 170,5 centimeter
• IQ Indah adalah 120
• Suhu udara pada ruang kelas adalah 26 derajat Celcius.

4 Sifat Data Kuantitatif

Selain dibedakan menurut kontinyuitas, data juga dapat dibedakan atas level pengukurannya. Berdasarkan pada tipe skala pengukuran yang dipakai, data kuantitatif bisa dikelompokkan menjadi 4 sifat berbeda, yaitu:

1. Data nominal

atau data kategori yaitu data yang dihasilkan melalui pengelompokan objek dalam kategori tertentu. Meski dalam bentuk angka, tapi tidak memiliki urutan makna matematis sehingga tidak bisa dibandingkan menggunakan logika perbandingan dan tidak bisa digunakan untuk analisis data nominal.

Contoh: setiap pemain bola mempunyai nomor punggung yang berbeda satu sama lain. Selain digunakan untuk identitas, dalam level kelompok angka dapat digunakan sebagai klasifikasi ataupun kategorisasi.

Misalnya, angka 1 untuk laki-laki dan 0 untuk perempuan. Sebab memiliki fungsi untuk identifikasi, maka angka bisa diganti, asalkan tidak sama. Maka, makna kuantitatif dalam angka ini akan mengakibatkan angka nominal tidak dapat digunakan sebagai operasi hitung.

2. Data ordinal

yaitu berasal dari objek maupun kategori yang disusun secara berjenjang tergantung dari besarannya. Jarak jenjang diantara dua angka berurutan akan selalu sama dan untuk itu, tidak dapat digunakan untuk operasi hitung.

Contohnya adalah saat pemberian ranking di dalam sebuah kelas. Misal peringkat satu diperoleh skor 88. Peringkat dua mendapatkan skor 87, dan peringkat tiga mendapat skor 69. Meski jarak skor lumayan jauh, tapi urutan rankingnya tetaplah 1, 2, dan 3. Skor boleh berbeda, akan tetapi urutan harus tetap sama.

3. Data Interval

yaitu data yang menunjukkan hasil pengukuran dan bisa diurutkan atas kriteria tertentu. Jadi, di dalam urutan satu, dua, dan tiga, jarak antara 1 dan 2 sama dengan jarak antara 2 dan 3. Laiknya angka ordinal, angka interval juga tidak mempunyai nol mutlak, sehingga tidak dapat dikatakan 6 merupakan dua kali 3.

Contohnya adalah suhu. Jarak antara suhu 30 derajat Celcius dengan 60 derajat Celcius dengan jarak suhu 60 derajat Celcius dengan 90 derajat Celcius. Meski begitu, tidak dapat dibilang bahwa 60 derajat dua kali lebih panas ketimbang 30 derajat. Nah, Anda juga tidak dapat mengatakan bahwa 0 derajat artinya tidak ada suhu.

4. Data rasio

yang merupakan data penghimpun semua sifat yang dimiliki oleh data ordinal, nominal, dan juga data interval. Data rasio merupakan data yang berbentuk angka dalam arti sesungguhnya. Sebab, dilengkapi dengan titik nol absolute atau mutlak.

Contoh dari data rasio adalah ukuran panjang, berat dan waktu. Angka nol pada data ini bisa dikenakan perkalian serta penjumlahan. Angka nol di dalam skala ini menunjukkan kalau atribut memang tidak ada pada objek yang diukur.

Penutup

Itulah artikel data kuantitatif yang bisa Anda pelajari. Terimakasih sudah membaca dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.