Weekend di Kampung Inggris Pare

Artikel ini dibuat untuk kamu yang bingung mau ngapain ketika weekend di Kampung Inggris Pare. Saya akan menceritakan bagaimana saya mengisi weekend di pare dan mungkin ini bisa menjadi rekomendasi buat kamu. Cerita tentang pengamalan selama sebulan saya di Pare bisa dibaca disini. Happy holiday!

Contents

Minggu 1 :  Simpang Lima Gumul

simpang lima gumul
makdeudin.blogspot.com

Minggu pertama saya dan teman-teman saya, 6 orang, melakukan hal yang tidak biasa bahkan buat orang asli Pare sekalipun. Karena ketidaktahuan kita, maka muncullah cerita ini. Sebelum itu saya mulai dari kenapa kami memutuskan untuk ke gumul.

Simpang Lima Gumul termasuk objek wisata favorit bagi para pelajar yang ada di Pare. Simpang itu mempertemukan jalanan dari 5 arah yang berbeda. Banyak orang yang hendak kesini untuk foto-foto karena tempat ini sangat instagram-able sekali.

Tempat itu layaknya bangunan terkenal di Paris, namun ini dengan kearifan lokal. Di sekitar situ juga banyak yang berjualan makanan, dan aneka barang lainnya.

sepeda anak kecil
www.pexels.com

Ide gila itu muncul ketika jumat malam selesai kelas. Kami bertujuh sepakat untuk jalan-jalan ke Simpang Lima Gumul menggunakan sepeda! Ya awalnya kami kira itu dekat, kami prediksi hanya butuh 10-15 menit kalau naik sepeda. Tapi ternyata jarak dari Kampung Inggris sampai Simpang Lima Gumul itu sangat sangat jauh.

5 menit pertama kami masih senang, 10 menit kami sudah mulai tanya-tanya kok tidak sampai-sampai. Sampai 20 menit juga belum sampai juga, namun kami sudah jauh dari Kampung Inggris, jadi kami berfikir akan tanggung kalau malah balik lagi.

Dengan pikiran, “kok ga sampai-sampai ya”, kami terus melanjutkan perjalanan dan pada akhirnya kami sudah melihat bangunan tersebut dari kejauhan. Akhirnya kami sampai. Disana kami istirahat, foto-foto dan mencari sarapan. Memang disana sangat indah, kami memandangi setiap sayatan tembok dengan kagum.

Ada juga lorong yang berisikan foto-foto sejarah mengenai kediri. Diujung lorong kami disambut dengan pedagang kaki lima berjualan. Banyak sekali barang-barang yang dijual disini, tapi kami hanya sarapan saja. Setelah sarapan kami pulang ke Kampung Inggris.

Di perjalanan pulang, saya mendapat kendala kalau rantai sepeda saya beberapa kali lepas. Beberapa kali juga saya berhenti untuk memperbaikinya sampai ke beberapa bengkel juga untuk hanya meminjam tang dan obeng.

Saya pun sampai paling akhir daripada teman-teman saya, sampai Kampung Inggris saya langsung tukar sepeda ke tempat saya sewa. Saya ceritakan apa yang terjadi, pemilik sewa sepeda itu ketawa ke saya karena memang sangat jauh ke Gumul kalau menggunakan sepeda. Biasanya penduduk atau orang-orang kesana menggunakan motor.

Yap itulah cerita minggu pertama saya di Pare.

Minggu 2 :  Pulau Sempu

pulau sempu
www.royale.travel

Minggu kedua kami memiliki rencana yang seru yaitu jalan-jalan jauh ke Pulau Sempu. Kami dari hari kamis sudah membicarakan semuanya, dari pesan travel yang mana, perlengkapan, konsumsi, sampai dana yang perlu disiapkan.

Kami membawa bahan makanan sendiri, seperti mie, beras, telor, dan bumbu lainnya. Kami juga membawa aqua 1 liter kurang lebih 8 botol. Saya mendata berapa orang yang ingin ikut, tadinya banyak yang mau ikut, namun pada akhirnya kami berangkat kira-kira 9 orang.

perjalanan malam
http://anggienm.blogspot.com

Travel dari pare ke Pulau Sempu sangat banyak, kami memilih satu dan kalau tidak salah mengeluarkan dana sekitar 200rb per orang. Kami berangkat sekitar jam 1 malam, perjalanan ke pelabuhan yang nantinya dilanjutkan menggunakan perahu, memakan waktu sekitar 4-5 jam.

Besok paginya kami sampai ke pelabuhan sekitar jam 6 pagi, kami istirahat dulu, sarapan, beli perlengkapan dan logisitik yang kurang, dan lain-lain. Untungnya dari travel nya kami dapat tenda, kompor beserta gasnya, dan sepatu khusus untuk perjalanan di Pulau.

perahu di pantai
http://oshimore.blogspot.com

Sekitar jam 7 kami melanjutkan perjalanan menggunakan perahu. Pagi itu sangat indah, sambil diselingi canda tawa kami menikmati pemandangan ketika menempuh jalur air. Dari pelabuhan ke Pulau Sempu tidak terlalu jauh, mungkin sekitar 30 menit. Kami sempat melewati beberapa pulau juga sebelum sampai sana.

Kami menepi dengan mulus di Pulau Sempu. Ternyata jarak dari turun perahu sampai tempat camping kira-kira 2 jam. Wow, jauh juga ya. Di perjalanan kami sangat dibantu dengan sepatu yang disediakan travel karena track menuju tempat sangat licin, akibat habis hujan, dan naik turun.

jalan ke pulau sempu
http://batudanmalang.blogspot.com

Karena ada teman kita yang perempuan juga, otomatis kami yang laki-laki harus bergantian membawakan barang yang mereka bawa. Barang bawaan kami yang paling berat sekaligus paling penting adalah air. Disana itu Pulau ditengah-tengah laut, otomatis air disana air asin.

Setelah 2 jam, akhirnya kami sampai di tempat camping. Kami langsung mendirikan tenda dan istirahat. Waktu itu siang bolong, kami istirahat di bawah pepohonan, sebelum kami mempersiapkan tempat tinggal dan segala peralatannya untuk 2 hari 1 malam kedepan.

tenda camping
http://jeffidira.blogspot.com/

Istirahat dirasa cukup, kami langsung melanjutkan membangun tenda, menyiapkan kompor, membuat jemuran, dan tentunya langsung menyebur ke danau didepan.

Pulau Sempu sangat indah berada ditengah-tengah samudra, air laut masuk lewat sela-sela pulau lalu menciptakan sebuah danau besar. Banyak wisatawan asing bahkan mancanegara yang berkunjung kesana tiap minggunya.

Kebetulan kami bertemu orang Uzbekistan yang sedang berlibur disana. Kami mengobrol tentang Indonesia dan kata mereka Indonesia orangnya ramah-ramah dan pemandangannya sangat indah.

Kami membawa logistik yang terlalu banyak dan membawa makanan instan-instan saja. Kebanyakan selama 2 hari 1 malam kami makan mie saja hahaha. Aktifitas kami disana hanya full senang-senang, dari mulai berenang, bernyanyi, sampai tertawa bersama.

pulau sempu
misteergalih.wordpress.com

Keesokan paginya, kami berencana melihat sunrise dari atas tebing. Rencana kami berhasil, wow indahnya. Pemandangan dari atas tebing adalah lautan luaas yang sejauh mata memandang hanya laut. Saya berasa sedang berada di pulau kosong entah berantah di tengah-tengah ganasnya samudra.

Tidak terasa 2 hari 1 malam kami sudah lewati di Pulau Sempu. Perjalanan balik tidak terlalu terasa capek dan terasa lebih cepat daripada ketika berangkat. Perahu kami sudah menunggu untuk membawa kami ke sebrang.

Sampai di Pelabuhan kami akhirnya mandi dengan air tawar, selama 2 hari kami mandi pakai air laut bahkan tidak mandi. Kami pun makan siang dengan lauk yang bukan mie lagi. Elf jemputan untuk ke Kampung Inggris sudah menunggu kami.

jalanan di hutan
unsplash.com

Selama perjalanan pulang, teman-teman saya sukses tidur lelap di elf. Ya, benar kami sangat capek namun semua itu seimbang dengan apa yang kami dapatkan, yaitu pengalaman di Pulau Sempu.

Terimakasih Pulau Sempu, sampai jumpa lagi. Sekitar sore hari kami sudah sampai di Kampung Inggris, dan ternyata efek pulang dari sana adalah kulit kami yang menjadi gelap hahaha. Sisa teman saya pun pergi ke Pulau Sempu minggu depannya karena mendengar cerita dari kami.

Yap, itu lah cerita weekend kedua saya di Pare.

Minggu 3 : Candi dan Goa

Candi Tegowangi
rebanas.com

Minggu ketiga kami memutuskan untuk mengunjungi wisata-wisata yang ada di Kampung Inggris itu sendiri. Kami tanya warga sekitar, kalau disini ada objek wisata berupa 2 candi dan goa bekas peninggalan perang.

Kami berangkat pagi-pagi naik sepeda, karena jaraknya tidak terlalu jauh. Kami berangkat sekitar 6 orang. Banyak yang ingin menetap di camp saja, malas keluar. Padahal menurut saya karena cuma sebulan ya maksimalkan semuanya dari belajar sampai liburan hahaha.

Candi Tegowangi
http://colorsofkediri.blogspot.com

Objek pertama yang kami datangi adalah Candi Tegowangi. Untuk spot foto, candi ini lebih bagus daripada candi yang akan kami datangi sehabis ini. Setelah kami foto-foto kami melanjutkan ke objek kedua.

Candi Surowono
http://nongklekaza.blogspot.com

Selanjutnya kami mengunjungi Candi Surowono. Kebanyakan kompunen dari candi ini sudah terpisah dari tempatnya, jadi warga sekitar mengumpulkan komponen-komponen tersebut dan dipajang di sepanjang jalan masuk. Kami tidak terlalu lama disini, setelah foto kami langsung ke objek wisata yang kami nantikan.

Goa Surowono
deskgram.net

Tidak terlalu jauh dari candi tersebut, kami direkomendasikan untuk mengunjungi Goa Surowono. Untuk menjelajah goa tersebut kami membutuhkan guide, dan sebaiknya kalau kamu mau kesana, harus bawa baju ganti.

Goa tersebut benar-benar goa panjang yang sempit dan dibawah goa dialiri air. Kadang air sampai seleher kami dan kadang juga kami harus merayap karena saking kecilnya goa. Di dalam goa sangat gelap, untungnya kami diberi senter. Kami harus saling mengawasi, karena kalau satu lepas akan susah mencarinya karena goa tersebut lumayan banyak juga cabangnya.

Ada 7 pos yang ada di Goa tersebut, tapi kami berhenti di pos 5 soalnya pos 6&7 sangat sempit dan jalurnya agak ekstrim. Namun, itu sudah cukup untuk menjadi pengalaman baru untuk saya dan teman-teman saya.

Setelah itu kami balik ke camp. Ya, itulah cerita tentang weekend ketiga saya di Pare.

Minggu 4 : Farewell Party di Camp

farewell party
www.pexels.com

Minggu terakhir saya dan teman-teman saya memutuskan untuk tetap di camp dan tidak kemana-kemana. Seperti biasa kami beberes camp di minggu pagi, setelah itu kami ada pesta perpisahan setelah 1 bulan lamanya.

Weekend terakhir saya di Pare ditutup dengan kesederhanaan pesta perpisahan. Kami akhirnya lulus dari tempat les kami setelah selama sebulan belajar. Keharuan menyelimuti suasana pada hari itu karena besok kami sudah kembali ke kota masing-masing.

kampung inggris pare
http://semuadipare.blogspot.com

Terimakasih Pare dan teman-teman, saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Sampai jumpa lagi. Terimakasih juga buat kamu yang sudah membaca artikel ini, semoga dapat pencerahan bagi yang bingung mau ngapain weekend di Pare.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.