Liburan ke Singapura Part 1

Sebelum saya mulai saya akan menceritakan liburan ke Singapura lewat sudut pandang saya pribadi sebagai orang awam. Karena saya jarang travelling apalagi belum pernah keluar negeri jadi mungkin ini bisa jadi alternatif buat pembaca untuk melihat ketika orang baru keluar negeri menceritakan kisahnya.

Kenapa Bisa ke Singapore

Paspor Indonesia
pikniek.com

Pada hari itu dengan random Umi memanggil saya, “Mas kamu mau ke Singapore ga? Umi kebetulan ada kuota dari kantor tapi pas hari itu Umi gabisa dan bisa digantikan”. Situasi saat itu saya sedang fokus bisnis game online dan malas untuk keluar rumah.

Namun, saya berfikir kembali, kapan lagi kan ke singapore dan lagipula saya belum pernah naik pesawat ditambaaaah saya belum pernah keluar jawa selain ke Bali. Pertimbangan Umi memilih saya dari pd kakak/adik saya pun karena saya sudah bikin paspor.

Cerita sedikit kenapa saya bisa punya paspor karena waktu 2015 saya ingin diajak bisnis sama teman di malaysia otomatis saya bikin paspor namun tidak jadi. Setidaknya karena hal itu saya jadi punya paspor.

Oke back to topic, pada akhirnya saya memilih untuk ikut karena saya pun butuh hiburan plus pengalaman baru. Kemudian saya pun bilang ke Umi saya siap untuk ikut. Jadi nanti saya akan berangkat bersama ibu-ibu dan bapak-bapak teman kantor Umi saya.

Persiapan

dollar singapore
pixabay.com

Sebenarnya saya tidak mau ribet-ribet dan membawa barang yang banyak. Jadi kami yang ingin berangkat diberikan koper + tas kecil. Oke mungkin saya harus bawa barang yang cukup, bahkan lebih mungkin lebih bagus daripada kekurangan.

Tidak ada yang spesial selama persiapan barang untuk ke singapore, hanya selayaknya orang ingin travelling saja. Untung saja kalau keluar negeri tapi masih ASEAN kita tidak butuh visa jadi cukup membawa paspor dan tentu saja harus ada tiket pp yang jelas.

Oh iya saya sempat ke money changer untuk menukarkan Rupiah ke Singapore Dollar. Kalau tidak salah waktu itu beli SGD seharga 10.500-10.700.

Keberangkatan + Pengalaman Naik Pesawat Singapore Airlines

singapore airlines
coindesk.com

Jujur saya pertama kali merasakan naik pesawat ya pas pergi ke Singapore. Akhirnya saya merasakan bagaimana check in barang di bandara. Jadi kalau ingin naik pesawat cairan tidak boleh dibawa ke kabin dan powerbank tidak boleh ditaruh di koper, yang mana akan masuk bagasi.

Ada kendala ketika ingin check in koper. Ketika itu semua dicek identitas paspor dan tiket pesawatnya. Ternyata ada seorang ibu-ibu mendapat kendala ditiketnya yaitu tidak samanya nama di paspor dan di tiketnya. Karena setelah ditilik lagi itu merupakan kesalahan pihak travel, sontak pihak travel langsung membeli ulang tiket ke singapore.

Kami berangkat menggunakan Singapore Airlines, dan ternyata saya baru tau kalau SIA adalah airlines terbaik di ASIA No. 1 menurut Traveller’s Choice TripAdvisor 2018. Sebelum saya menceritakan pesawatnya, ada kisah unik ketika check in kabin.

Sebelum kita masuk pesawat kita melewati beberapa pemeriksaan. Pada saat pemeriksaan paspor dan seterusnya saya aman. Nah, ketika pemeriksaan terakhir saya harus mencopot gesper saya dan kedodoran lah celana saya hahaha.

Ada lagi barang yang saya ga sangka akan diambil yaitu saya lupa kalau saya bawa madu! Iya madu, itu kan cairan dan tidak boleh dibawa ke kabin. Ketika itu madu yang masih full saya relakan untuk dibuang. Sayang sekali.

Tibalah disaat yang saya tunggu-tunggu selama hidup ini, yaitu naik pesawat! Haha. Kesan pertama saya ketika masuk adalah pramugarinya ramah-ramah. Di pintu masuk kami diberikan headset dan kebetulan saya lupa bawa headset.

Karena ini penerbangan internasional dan ini maskapai internasional juga otomatis mereka menggunakan bahasa inggris. Selama ini saya jarang sekali menggunakan bahasa inggris apalagi belum pernah juga berbicara langsung sama bule. “this way sir.” ketika pramugari melihat tiket yang saya tujukan padanya.

Pada awalnya saya tidak tahu dimana lobang headset buat nonton film. Saya tanya malu-malu ke pramugari dengan bahasa inggris yang tidak percaya diri, entah dia tidak ngerti atau suara saya yang terlalu pelan dia tidak respon. Saya pun mencari lobang headset dengan melihat penumpang lain dan ternyata ada di pegangan kursi.

Pesawat pun take off dan ini merupakan pengalaman pertama take off saya. Hape saya akhirnya menggunakan mode pesawat di tempat yang semestinya. Ternyata rasanya tidak semengerikan yang saya bayangkan, pesawat hanya bergoyang selama beberapa detik dan setelah itu melayang dengan aman.

Diatas awan saya memilih untuk menonton Black Panther sembari sesekal melihat awan. Oh begini toh rasanya, dalam hati. Dipertengahan jalan, pramugari datang dengan menawarkan makanan dan kita memilih ingin nasi ikan atau nasi ayam dengan bahasa inggris. Saya yang cari aman pun memilih untuk nasi ayam aja karena chicken sangat familiar di otak saya.

Setelah 45 menit di udara akhirnya pesawat landing dengan mulus. Ternyata perjalanan ke Singapore sangatlah cepat. Namun saya berhasil menikmati pengalaman pertama naik pesawat meski agak grogi sedikit. Kaki saya pun menginjak salah satu bandara terbaik di dunia yaitu, Changi Airport.

Changi Airport

changi airport
unsplash.com

Pertama kali masuk, WOW! Besar, fasilitas top, bersih, tercover wifi semua. Jadi kalo disana ada 2 jalur jalan, yang pertama via jalan biasa tapi kalau misal buru-buru ada jalan dengan eskalator datar jadi lebih cepat. Disana juga ada tempat duduk pijit gratis dan otomatis ibu-ibu langsung kesana. Namun disana orang-orang tua harus bekerja menjadi cleaning service, saya baca untuk memperdayakan orang tua disana agar lebih produktif.

Tentu tujuan utama saya ketika sampai adalah toilet! Ya saya menahan buang air kecil sedari tadi. Ketika saya masuk toilet, tidak lama ada bule juga yang masuk dan kebetulan tempat pipis kosong hanya satu dan bule tersebut bilang ke saya yang itninya mempersilahkan saya duluan. Karena saya gugup saya memberikan bule itu duluan dan saya menunggu toilet kosong saja.

Kami pun jalan ke tempat penjemputan bis untuk langsung check in ke Hotel Boss. Karena besarnya airport, perjalanan kami ke tempat penjemputan serasa jauh namun kami menikmati keindahan changi airport tersebut. Terkadang ibu-ibu langsung foto-foto dan sebagainya. Sesampainya di tempat penjemputan kami tidak langsung dijemput dan harus menunggu 3 jam lamanya karena miskomunkasi dari pihak travel.

Namun, menunggu lama justru hal positif menurut saya karena saya bisa explore lebih jauh changi airport. Saya mulai jalan-jalan di bandara tersebut dan menemukan hal-hal unik. Saya sadar ternyata di bandara ini saja sudah bisa mendeskripsikan benua asia karena hampir semua etnis asia berlalu lalang di bandara ini. Dari melayu, tiongkok, sampai india.

Ada kisah unik ketika saya ingin mencoba salah satu fasilitas bandara yaitu tidak lain adalah colokan! Iya haha. Saya harus charge hape saya. Disana banyak sekali tempat colokan saya observasi beberapa sudah dipakai orang lain. Sampai saya memilih 1 spot. Ketika itu disamping saya ada orang singapore dan disitu ada 4 colokan dia memakai satu.

Ketika saya colok charger saya, dan ternyata tidak konek. Ketika itu orang tersebut mungkin juga mati listriknya akibat saya colok, dia bilang “i think its spoil” sontak saya bilang maaf dan pergi karena malu hahaha.

Setelah itu akhirnya bis penjemput pun datang.

Lanjut ke Jalan-jalan singapore part 2 dan part 3.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.