5 Media Tanam Hidroponik yang Terbukti Berhasil

Artikel ini akan membahas media tanam hidroponik yang mungkin banyak orang bingung ingin menggunakan media tanam apa. Disini membahas media tanam hidroponik yang sering dipakai orang banyak dan terbukti sukes.

Tanaman hidroponik menjadi sebuah solusi dalam dunia pertanian yang sangat populer di masyarakat Indonesia terutama daerah perkotaan. Dengan cara yang simple dan tidak memerlukan lahan yang banyak, hidroponik menjadi favorit masyarakat.

Buat kamu yang masih pemula, kamu bisa melihat cara menanam hidroponik untuk pemula disini.

Pada artikel ini saya akan membahas apa-apa saja media tanam hidroponik yang sering orang gunakan dan terbukti sukses. Memilih media tanam yang benar menjadi kunci keberhasilan seseorang dalam menanam tanaman hidroponik.

Media Tanam Hidroponik

Ada banyak sekali media tanam yang bisa kita pakai untuk memulai hidroponik. Namun. Saking banyaknya, ada juga orang yang malah bingung mau pakai media tanam yang mana. Disisi lain ada juga orang yang mau berhidroponik tapi tidak tau sama sekali media tanam hidroponik apa saja.

Setiap media tanam memiliki kelebihan masing-masing. Biasanya orang memakai media tanam sesuai dengan teknik hidroponik yang dipakai agar hasil bisa maksimal.

Berikut adalah media tanam hidroponik yang sering dipakai orang-orang.

Rockwool

rockwool
www.wintergardenz.co.nz

Belakangan istilah rockwool menjadi populer karena makin banyaknya orang-orang yang ingin mencoba hidroponik. Media tanam ini sangat terbukti dalam menjadi media tanam hidroponik, Saya pun memakai rockwool untuk menanam hidroponik. Saking bagusnya, saya akan membahas rockwool lebih panjang lebar daripada media tanam lain.

Sekilas kamu akan mengira rockwool ini spons. Memang bentuk dan empuknya seperti spons, tapi rockwool bukan itu. Mungkin ada juga yang mengira rockwool ini diambil dari pohon. Rockwool kalau dilihat dari namanya, ya benar rockwool itu berasal dari rock, yaitu batu.

Rockwool terbuat dari kombinasi batuan basalt, batu kapur, dan batu bara, dipanaskan kemudian mencari dan membentu serat-serat. Meski keliahatan susah membuatnya, untuk mendapatkan rockwool sangat mudah karena sudah banyak yang jual dimana-mana.

Biasanya pelatihan-pelatihan hidroponik selalu menyarankan pesertanya untuk memakai rockwool karena tingkat keberhasilan yang tinggi dan mudah memakainya. Harganya pun termasuk murah, dengan 30 ribu rupiah kamu bisa mendapatkan 1/3 slab rockwool.

Tapi ada juga orang yang tertipu, rockwool untuk menanam hidroponik berbeda dengan rockwool untuk peredam suara. Rockwool peredam suara tidak bisa menyerap air dan akan mengambang ketika ditaruh ke air. Sementara rockwool untuk hidroponik memiliki daya serap air yang sangat bagus, dan ini menjadi salah satu faktor kenapa orang banyak memakai media tanam ini.

Rockwool biasanya dipakai untuk sekali tanam saja, namun besarnya rockwool untuk satu tanaman tidak besar, cukup 3x3x3 yang terpakai. Jadi kalau kamu beli 1/3 slab rockwool pun, lama akan habisnya. Biasanya kalau mau potongan rockwool bagus, kamu bisa menggunakan gergaji besi.

Kelebihan rockwool yang sangat penting untuk petani hidroponik adalah rockwool memiliki tingkat penyerapan air dengan baik. Tentu ini sangat baik untuk menyerap nutrisi tanaman yang berupa cairan. Kelebihan lainnya adalah dapat mengalirkan oksigen dengan baik, bebas bakteri karena steril, dan pemakaiannya bisa disesuaikan pengguna.

Hidroton

hidroton
daquagrotechno.org

Hidroton dibuat dari tanah liat atau tanah lempung yang dipanaskan hingga 1200 derajat celcius. Bentuknya bulat-bulat dan ukurannya antara 1 – 2,5 cm. Di dalamnya terdapat pori-pori yang berfungsi untuk menjadi rongga udara. Ukuran yang tidak memiliki sudut juga dengan baik membuat sirkulasi udara lebih mengalir.

Jika kamu menanam menggunakan hidroton, akat tanaman bisa menyerap lebih banyak nutrisi dan bisa tumbuh dengan maksimal. Hidroton juga memiliki ph netral yang sangat baik untuk menjadi media tanam hidroponik. Hidroton juga cocok digunakan di berbagai metode atau teknik menanam hidroponik.

Dengan bentuknya yang bulat-bulat dan keras, hidroton bisa menjadi salah satu media tanam ketika tanaman anda sudah memiliki batang yang lumayan besar. Hidroton bisa menyangga batang itu agar tidak miring.

Cocopeat

cocopeat
exportersindia.com

Media tanam ini sangat mudah ditemui di Indonesia karena berasal dari sabut kelapa. Di Indonesia pohon kelapa sangat banyak dan tumbuh dimana-mana. Nah, biasanya kamu minum isinya dan makan dagingnya, ternyata sabutnya bisa dibuat menjadi media tanam hidroponik loh.

Cocopeat juga memiliki unsur hara makro dan mikro yang sangat dibutuhkan bagi tanaman. Kelebihan yang lain, cocopeat memiliki kemampuan menyeraap dan menyimpan air 6x dari volumenya yang tentunya sangat bagus untuk menanam hidroponik. Pori-pori yang ada di cocopeat juga memudahkan sirkulasi udara.

Untuk sekarang sudah banyak yang menjual cocopeat dengan bentuk bulat dan siap pakai. Kalau dulu kamu harus mengira-ngira dan taruh di pot untuk menjadikan cocopeat media tanam. Cocopeat yang bulat-bulat ini sangat populer di luar negeri, dan sekarang sudah mulai merambah Indonesia.

Arang Sekam

arang sekam
karangnangka.blogdesa.net

Bahan baku arang sekam adalah sekam padi dan sangat mudah ditemukan di tempat-tempat penggilingan beras. Biasanya sekam padi dianggap limbah dari padi itu sendiri, hampir 30% dari proses penggilingan padi akan dibuang dalam sekam padi.

Ternyata makin hari orang-orang banyak menyadari sekam padi bisa dimanfaatkan, salah satunya dijadikan arang sekam. Arang sekam adalah sekam padi yang telah diproses dengan cara dibakar dengan sebuah teknik. Arang sekam ini menjadi populer di dunia pertanian konvensional untuk penggembur tanah, bahan pembuatan kompos, pupuk, media tanam dan media persemaian.

Salah satu manfaat arang sekam adalah menjadi media tanam hidroponik. Dengan harganya yang relatif murah malah kadang gratis dan mudahnya mendapatkannya menjadi populer dikalangan petani hidroponik.

Kelebihan arang sekam untuk menjadi media tanam hidroponik antara lain, murah, steril, dan efesien serta ada komponen kimiawi seperti kadar air, lemak, abu, serat kasar, karbon, protein kasar, karbohidrat, oksigen, silika, dan hidrogen.

Spons

spons hidroponik
youtube.com

Spons yang sering kamu pakai untuk berbagai kebutuhan, salah satunya mencuci piring, ternyata bisa juga loh dipakai sebagai media tanam hidroponik. Spons dengan segala teksturnya dan fungsinya cukup untuk menjadi media tanam yang ideal.

Spons memiliki daya serap air yang tinggi dan juga memiliki pori-pori yang bagus untuk sirkulasi udara. Menurut saya, media tanam ini yang paling mudah untuk ditemukan karena hampir setiap hari kita menggunakannya.

Untuk cara penggunaannya kurang lebih hampir sama dengan penggunaan rockwool. Kamu bisa bagi ukuran kecil-kecil, lalu tanamkan benih. Mungkin ketika ingin memasukan benih harus dicubit dan ditarik untuk menciptakan bolongan, tidak sama seperti rockwool yang kita bisa dengan mudah memasukan benih.

Penutup

Yap, itulah media tanam hidroponik yang sering orang gunakan. Kamu jadi tidak perlu bingung lagi ketika ingin menggunakan yang mana. Kamu yang baru mulai juga jadi tahu, media tanam mana yang efektif. Semoga kamu sukses dalam menanam hidroponik.

Sebetulnya saking mudahnya menanam hidroponik, walau kamu sesibuk apapun tetap bisa tumbuh. Hanya perlu kontrol 1 hari 1x untuk awal, dan selanjutnya 1 minggu sekali.

Selamat menanam hidroponik, semoga artikel ini membantu kamu. Sampai jumpa diartikel selanjutnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.