Ini Dia 7 Perbedaan Pantun dan Syair yang Tak Terlihat

Artikel ini membahas perbedaan pantun dan syair secara lengkap dan mudah dipahami. Selamat membaca.

perbedaan pantun dan syair

Perbedaan Pantun dan Syair

Pantun dan syair merupakan puisi lama yang terdiri dari 4 baris dan memiliki 8-12 suku kata. Meskipun sama, ternyata keduanya memiliki perbedaan. Berikut ini adalah perbedaan pantun dan syair selengkapnya di bawah ini.

1. Tujuan dan Makna yang Akan Disampaikan

Antara pantun dan syair sama-sama memiliki tujuan yang akan disampaikan pada setiap baitnya. Namun, tujuan yang dimiliki oleh syair belum tentu dimiliki oleh pantun dan sebaliknya.
Selain itu, makna yang terdapat pada pantun juga berbeda dengan makna yang terdapat pada syair, begitu pula sebaliknya. Untuk lebih jelasnya, lebih baik mai bedakan terlebih dahulu apa itu tujuan dan makna.

Tujuan Pantun

Tujuan dibuatnya pantun zaman dahulu adalah untuk mengisi waktu luang saat bersama dengan teman atau kerabat. Dari perkumpulan inilah orang-orang mulai melontarkan pantun untuk bercanda, bersenda gurau, dan membuat suasana semakin hangat.

Tidak jarang pantun-pantun yang dilontarkan dibalas sehingga terjadilah saling balas-balasan pantun. Biasanya pantun yang sering digunakan adalah pantun jenaka, sebab pantun ini bertujuan untuk menghibur.

Selain itu, pantun juga memiliki tujuan lain yakni untuk menyindir. Dalam hal ini menyindir yang dimaksud adalah untuk menyindir orang yang semena-mena kepada orang lain.

Biasanya konteksnya lebih merujuk pada pasangan seperti sepasang kekasih, sepasang suami istri dan pasangan lainnya. Mengapa bisa disindir? Sebab salah satu pihak dari pasangan tersebut tidak berlaku adil satu sama lain.

Dari sinilah mulai muncul sebuah pantun yang digunakan untuk mengutarakan perasaan ketidakadilan dengan kata yang tajam dan mengena. Tidak hanya menyindir saja, namun pantun juga memiliki tujuan untuk menasehati.

Nasihat yang terkandung dalam pantun biasanya berisi tentang petuah dalam menjalani kehidupan. Misalnya saja seperti cara manusia dalam mengalami hubunganya dengan pencipta. Bisa dikatakan pula pantun nasihat ini memiliki tujuan untuk menasihati bagian nilai moral dan etika dari pembacanya.

Tujuan Syair

Sebaliknya, syair tidak memiliki tujuan sekaya pantun. Tujuan syair lebih memfokuskan pada nasihat untuk mengajak atau meningkatkan kontemplasi. Pasalnya syair lahir dari proses perenungan penyair yang amat dalam.

Bahkan tidak semua orang juga memiliki kepekaan dalam menciptakan syair yang dapat menguak setiap hikmah di balik setiap peristiwa. Nasihat yang terdapat pada syair juga berupa kesadaran sendiri dalam menangkap apa yang diinginkan oleh alam.

Misalnya seperti mengapa kita hidup? Mengapa moral di negeri ini semakin tak terkontrol, mengapa bencana terus-menerus terjadi dan masih banyak lainnya.

2. Kesan yang Dihasilkan

Selain tujuannya yang berbeda, perbedaan pantun dan syair juga terletak pada kesan yang dihasilkan. Misalnya saja pada saat Anda membaca pantun jenaka, maka secara tidak langsung akan tertawa sendiri.

Jika bersama dengan sekelompok orang, maka pantun ini bisa membuat tertawa bersorak-sorak karena kelucuannya.

Jika jenis pantun yang dibaca bertema satire, maka orang yang membacanya akan memberikan respon “oh iya ya”. Lain halnya saat membaca syair, meskipun sama-sama berisi nasihat, namun tujuan dari keduanya berbeda.

Sebab dalam pantun ulasan yang disampaikan tidak seserius syair. Hal inilah yang menjadikan kesan yang dihasilkan oleh pembacanya juga akan berbeda.

3. Asal Muasalnya

Perbedaan selanjutnya antara pantun dan syair juga terletak pada asal muasalnya. Meskipun keduanya merupakan sama-sama puisi lama, namun keduanya juga berasal dari tempat yang berbeda.

Pantun adalah karya sastra yang berasal dari Melayu. Kata pantun sendiri berasal dari bahasa Minangkabau yaitu “patuntun”. Dalam bahasa jawa pantun berarti “parikan” sedangkan dalam bahasa sunda berarti “Uppasa”.

Lain halnya dengan syair, syair datang karena tradisi Arab Persia. Zaman dahulu orang Arab Persia banyak yang gemar membuat syair. Syair juga berasal dari bahasa Arab yakni “syu’ur” yang memiliki arti perasaan. Dari asalnya saja antara pantun dan syair sudah memiliki perbedaan.

4. Sajak Pada Tiap Akhir Baris

Selain itu, perbedaan pantun dan syair juga bisa dilihat dari sajak akhir barisnya. Sajak akhir yang dimiliki oleh pantun adalah a-b-a-b sedangkan sajak akhir yang dimiliki oleh syair adalah a-a-a-a.

5. Fungsi Baris

Fungsi baris ada pantun dan syair juga berbeda, di pantun baris pertama dan kedua disebut dengan sampiran. Sedangkan baris ketiga dan keempat disebut dengan isi. Bahkan antara baris ke satu dua dengan tiga dan empat tidak memiliki koneksi yang sama.

Hanya saja digunakan untuk menyempurnakan dan menyesuaikan iramanya saja. berbeda dengan syair, sajak yang dimiliki oleh syair adalah a-a-a-a sehingga saat diperdengarkan syair tidak semenggelitik dan seindah pantun.

Contoh:

Naik sepeda di jalan landai
Ke pasar membeli mawar
Jika engkau ingin pandai
Rajin-rajinlah untuk belajar

Dari pantun di atas baris kedua dan ketiga berisi sampiran. Sedangkan baris ketiga dan keempat berarti isi.

Bila nanti aku pergi
Bagaimana dengan urusan hati?
Bukankah rindu tak pernah berperi?
Oh Tuhan, Sanggupkah ia menanti?

Berbeda dengan syair di atas, syair di atas tidak memiliki sampiran dan isi. Namun dari baris pertama hingga baris terakhir memiliki keterkaitan dan menggunakan bahasa yang sama.

6. Bahasa yang Digunakan

Perbedaan lainnya juga terletak pada bahasa yang digunakan. Pada pantun bahasa yang digunakan bisa terdiri dari beberapa bahasa sekaligus yang intinya dapat berirama a-b-a-b.

Sedangkan pada syair, bahasa yang digunakan pada semua barisnya haruslah sama dan tidak bisa dikombinasikan dengan menggunakan bahasa lain seperti pantun.

Sebab, hal ini bisa mengganggu pemahaman dari si pembaca. Selain itu, bahasa yang digunakan ada syair biasanya menggunakan bahasa kiasan.

Contoh pantun:

Ke pasar membeli jamu
Rasanya pahit dan bikin kuat
Berbaiklah pada gurumu
Agar ilmu berguna dan bermanfaat

Dari pantun tersebut antara baris 1-2 sangat berbeda dengan baris ke 3-4. Makanannya juga berbeda sebab baris 1-2 adalah sampiran dan baris 3-4 adalah isi.

Contoh syair:

Tiup seruling si anak gembala
Berjalan pelan ekor bergoyang
Ingat pulang hari telah senja
Takut ibu hatinya bimbang

Dari syair di atas sudah jelas bahwa antara baris 1-2-3-4 memiliki kesinambungan dan berisikan tentang nasihat hidup. Dari sini sudah tampak jelas bahwa antara pantun dan syair sangatlah berbeda.

7. Isinya

Dilihat dari isinya, antara syair dan pantun juga memiliki isi yang berbeda. Isi yang terkandung pada pantun lebih bervariasi sebab pantun memiliki banyak jenis. Selain itu, setiap jenisnya juga memiliki isi yang berbeda-beda.

Misalnya saja seperti jenis pantun teka-teki, maka isinya berupa pertanyaan. Pantun jenaka, berisi tentang hal-hal yang lucu dan menghibur. Pantun nasihat, berisi tentang petuah dalam menjalani kehidupan. Pantun agama, berisi tentang hubungan antara manusia dengan penciptanya dan masih banyak lainnya.

Sedangkan ada syair tentunya isinya tidak sevariatif seperti isi pada pantun. Sebab, syair ini tidak dibedakan menjadi banyak jenis. Biasanya isi yang terkandung dalam syair juga sama saja yakni berisi tentang cerita dan nasihat.

Penutup

Itulah artikel mengenai perbedaan pantun dan syair yang bisa Anda pelajari. Semoga dapat menambah wawasan Anda dan mudah dipahami.

Baca juga perbedaan anekdot dan humor dan perbedaan cerpen dan novel.

Terimakasih dan sampai jumpa di artikel lainnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.