Puisi Rindu Untuk Menggambarkan Perasaan yang Sedang Gundah

Artikel ini berisi tentang puisi rindu untuk anda yang sedang dilanda kangen kepada siapapun itu. Semoga anda cepat melepas rindu yaa. Puisi-puisi rindu diatas juga mengandung unsur intrinsik puisi secara lengkap. Selamat membaca.

puisi rindu
pixabay.com

Kumpulan Puisi Rindu

Rindu, acap kali menghampiri siapapun yang terpisahkan oleh jarak. Rindu bisa diungkapkan dengan berbagai bentuk. Salah satunya yaitu dengan membuat puisi. Jika saat ini Anda sedang merasakan rindu, berikut beberapa puisi rindu yang bisa Anda kirimkan untuknya.

Rindu Kekasih

Aku rindu padamu
Dalam setiap tidur malamku yang panjang
Kau menjelma bagai akar dari saraf
Kau menjamah seluruh isi di kepalaku
Kau merasuk pada pikiranku yang kelabu

Setiap pagi yang singkat dalam bagun tidurku
Kau menjelma bagai kicauan burung
Kau menyapa manis dibalik rindangnya pohon
Yang memaki akan sanubari terhadap kamu

Tidakkah kau merasakan rasa rinduku padamu
Rindu akan wajahmu dan raut senyummu
Aku lelah terpisah raga dan hati denganmu
Bahkan aku tak kuasa tuk membunuh jarak ini

Puisi rindu ini menggambarkan seorang yang berada di jarak jauh dan tak bisa menggapainya. Bahkan di dalam malam dan paginya pun, ia selalu mengingat pada kekasihnya.

 

Kehampaan

Hampa terasa tanpa dirimu
Hati yang terselimuti oleh bayangmu
Sampai-sampai sinar matahari pun menyerupai dirimu
Aku tak bisa bertahan tanpa dirimu

Resah, gelisah, nan gundah yang ku alami
Kuhadapi pada tiap harinya
Inginku membunuh rasa rindu yang menggebu ini
Namun sangat sulit ku lakukan

Rasa gundah gulana hari yang berkecamuk pada tubuhku
Ingin memberontak akan setiap hal yang pernah dilalui
Layaknya hujan yang menitihkan airnya pada dedaunan
Lalu pergi dengan meninggalkan segala kenangan

Gambaran rasa rindu yang menggebu dalam diri seseorang ketika jauh pada kekasihnya. Bahkan tak ada kabar sedikitpun akan dirinya yang membuat rasa rindu itu semakin kuat.

 

Kesunyian Malam

Pendar cahaya perlahan mulai menghilang
Maka jatuhlah aku pada kegelapan
Dan kau berharap kau akan datang
Menghias malam yang penuh dengan sunyi kesepian

Kini, sunyi pun telah tiba
Namun kau tak datang juga
Membuatku terjerumus akan kesendirian setelah senja
Benar-benar sunyi yang menerpa

Di sini aku hanya berselimut dalam kelam dan sunyi
Hanya bertemankan sepi
Tidakkah kau merasa kasihan pada diriku ini
Aku bagaikan unggun yang kehilangan api

Tiada yang lebih bijak lagi
Dibandingkan hujan pada bulan Juni
Yang menghapus jejak-jejak langkah kaki
Dan ragu untuk melangkah lagi

Tiada yang lebih arif
Ketimbang hujan bulan Juni
Ada kata yang tak terucap
Dan akar pohon bunga itulah yang menyekap

Puisi rindu ini menggambarkan malam yang sunyi dan sendiri. Sedangkan malam-malam lalu ada kekasih yang menemani. Nah, puisi rindu tentang kehampaan ini tentu tepat mengutarakan perasaan rindu yang Anda rasakan ketika menjelang malam hari.

 

Kutitip Rindu pada Senja

Padamu yang telah berlalu
Kan kutitipkan rasa rindu pada langit senja nan teduh seperti matamu
Lihatlah garis merah nan jingganya, sampai kau menemukan rindu hangat itu
Dan kemudian akan merasuk dalam cakrawala hatimu

Bagaikan gelap nan terang yang bertemu di waktu senja
Pertemuan antara kau dan kau yang cukup singkat nan indah waktu itu
Tak sedikitpun aku melupakan
Dan telah ku simpan dalam relung jiwa
Kan ku jaga hingga tak ada senja lagi

Satu hal yang harus kau ketahui
Tentang aku melupakanmu, aku tak akan pernah sanggup
Karena ingatkan tentang mu, sama seperti matahari
Meski terbenam dalam malam, namun esok hari pasti akan datang

Nah, untuk puisi rindu yang satu ini, adalah ungkapan tentang dirinya percaya bahwa kekasihnya akan datang kembali, seperti pada pertemuan-pertemuan yang telah dilaluinya.

 

Merindukan Mu

Ku mendengar suara mungilmu
Ku sangat mengingat akan senyuman manjamu
Dan akan ku bawa bayanganmu pada pikiranku

Lintas imajinasiku ku lalu terdiam
Bak, sebuah perahu yang sudah karam
Rindu ini benar-benar semakin dalam
Bak gelombang dras yang semakin kian mencekam

Merindukan merupakan hal yang paling bagiku
Sebab untaian namamu sudah ku lukis dalam hatiku
Meski perasaan sesak ini ingin mengadu
Namun jiwa nan raga akan selalu menunggu

Gambaran hari akan sebuah rasa rindu yang tak dapat dibendung lagi. Namun apa daya, selain menunggu tak ada lagi yang bisa dilakukan dalam gambaran puisi ini.

 

Kau Masa Lalu

Diibaratkan mata yang sedang memandang akan ilusi fatamorgana
Bintang terang yang ada dibalik mendungnya awan
Rembulan yang menyapa hati nan dilema ini

Masa laluku
Mengapa kau hadir dalam ingatanku
Memanggil luka yang pernah menyinggung deritaku
Mengundang asa dan juga rasa di dadaku

Masa laluku
Aku sudah tak mampu menahan lagi
Mengenaimu yang sejatinya sudah menghilang
Mengapa kau masih era dalam pikiranku

Masa laluku
Memang kau pernah ku semogakan
Sebelum itu semua terkubur bersamaan dengan waktu

Rindu yang Semu
Inginku lepaskan pada malam
Agar siangku bisa berlalu tanpa mengingatmu
Dan mengenai perkara “rasa”
Akan ku hilangkan bersama waktu

Ungkapan masa lalu yang sejatinya telah berlalu ini, tetap ingin setia menemani. Ya, meski hati masih rindu akan sosoknya, namun kekuatan hati tuk menghilangkannya sangat kuat tergambar pada puisi rindu ini.

 

Lysa

Ketika waktu akan membawamu hadir
Itu ketika awal rasa cinta ini mulai lahir
Ketika aku belum sembuh benar atas luka
Kau datang dengan menawarkan cinta

Waktu berputar dengan sangat cepat
Dan kau pun perlahan merasa ragu
Aku tahu, bahwa cintaku telah terlambat
Sebab kini ada dia yang telah lebih mencintaimu

Namun, meski cintaku tak berbalas
Dan rinduku tak bisa lepas
Dan mungkin kau pun telah pergi
Namun, cinta ini akan tetap abadi

Dari puisi rindu ini tergambarkan, pernah ada seseorang yang mencintai Anda. Namun karena keterlambatan Anda untuk menyadarinya, maka ia berpaling pada orang yang lebih mencintainya. Dan kini pun yang dirasakan hanyalah rindu, bahkan rindu yang tak ia pun bisa memahaminya.

 

Kopi Pagi

Pagi yang harusnya cerah ini harus rintik karena mendungnya hati
Lalu, ku racik kopi dengan sedikit tambahan rindu sampai menusuk sanubari
Pandangku pun kosong tersesat dalam kata sampai makna
Kaukah yang menjadi akhir dari jiwa
Ataukah ini berakhir dalam pilu di simpang asa

Ya, yang kurasa kopi di pagi ini tidak semanis dengan kopi di kemarin pagi
Dengan rasa yang semakin lelap dimakan masa
Lalu, Ku coba kembali untuk meracik kopi berbumbu cinta
Yang bertujuan untuk menyempurnakan tanya
Apakah kau benar mencintaiku dengan sahaja

Semakin ku meracik kopi berbumbu rindu
Apakah perlu ku tiadakan keduanya ini?
Dengan kopi yang telah hilang pahitnya ?
Atau dengan rindu yang telah hilang akan laranya

Kunikmati kopi di pagi ini
Ku meracik dengan suatu mimpi
Agar bisa kunikmati rindu darimu
Agar cinta ini akan abadi hanya untukmu

Ya, dengan kata kopi pagi, puisi tentang rindu ini menggambarkan harapan akan datangnya keindahan di harinya. Dengan kopi berbumbu cinta, berharap rindu di hatinya akan cepat hilang.

 

Rindu Malam

Malam yang sunyi ini telah kembali memanggil
Dalam kegelapan sepi ini, telah ku untai rindu
Tanpa tuan, ia selalu memanggilku
Demi suatu yang kini masih tabuh dalam diriku
Sebenarnya aku ingin berlabuh meski hati berkabut masih menyelimutiku

Jiwa yang telah mematung dengan aksara semu
Keheningan pun telah berlalu dengan membawa sendu
Dimana hati yang selalu bertanya secara pilu
Jauh ke lubuk dalam rindu

Dan ini semua sekarang jadi tak menentu
Bahkan jawaban pun semakin tak bisa bertemu
Akulah sendu yang ada dalam kelambu rindu

Puisi rindu ini menggambarkan kegundahan hati yang tak berarah. Bahkan rasa di hatinya hanya rindu dan sesak saja.

Penutup

Itulah puisi rindu, semoga dengan puisi-puisi tersebut Anda bisa sedikit menekan rasa rindu. Mau beri ibu Anda puisi juga? Bisa baca disini.

Terimakasih sudah membaca dan sampai jumpa di artikel lainnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.