Kumpulan Puisi Tentang Ibu yang Menyentuh Hati

Artikel ini berisi puisi-puisi tentang ibu yang bisa menyentuh hati karena diajak untuk intropeksi diri dan lebih menyanyangi ibu Anda. Puisi disini juga mengandung keseluruhan dari unsur intrinsik puisi.

puisi tentang ibu
pixabay.com

Puisi Tentang Ibu

Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mengungkapkan betapa sayangnya seseorang kepada ibu. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan puisi. Puisi merupakan ungkapan tentang perasaan seseorang atau yang biasa disebut dengan penyair.

Inilah kumpulan puisi tentang ibu yang bisa Anda pakai untuk menyenangkan ibu Anda. Selamat mencoba.

Ibu Dalam Cahaya

Namanya adalah cahaya
Sebab hatinya memancar serta selalu tergurat dalam setiap doa-doa
Bahkan, tangan kecilnya pun mengantar kami ke gerbang cahaya
Dia melangkah dengan cinta

Dia melangkah menerjang luka
Bahkan dia menempuh tanpa batas rasa
Ya, dia adalah Ibu dari segala cahaya
Ibu dari semua luka ku

Ibu dari segala jejak yang ku ukir dalam tinta sejarah. Dari puisi tentang ibu ini, menggambarkan bahwa ibu merupakan cahaya penerang bagi anaknya.  Dimana ia akan selalu mengajarkan apa yang tak diketahui sang anak tanpa merasakan lelah atau keluh kesah sedikitpun.

Ibu, Adalah Malaikatku

Ibu…
Disini ku untai segala cerita tentangmu
Nafas yang tidak pernah terjerat akan dusta
Tekad yang tak pernah koyak akan masa
Sebesar apa pun sakit yang kau rasa, kau tetap penuh cinta

Ibu…
Tanpa lelah kau temani langkah kami
Dengan segenap rasa bangga yang ada di hati
Tak terbesit sedikitpun rasa lelah yang menyertai
Dan kau terus melangkah diantara duri-duri

Ibu…
Tak sedikit pun berharap kau akan cepat tua dan merenta
Tak pernah sedikitpun ku ingin kau lelah pada usia senja
Selalu ku berharapkan kau akan selalu muda
Maka, kan ku berikan kau segenap cinta

Ibu..
Kau adalah malaikatku
Penyembuh luka dalam setiap kepedihanku
Penghapus terhadap kasih sayangku
Aku mencintaimu ibu

Ibu memang bagaikan malaikat di bumi yang tak bersayap. Segala tenaga dan perjuangan pasti akan diberikan demi membahagiakan sang anak. Bahkan, di usianya yang telah senja sekalipun, yang ada di benaknya tetap ada anak. Inilah yang menjadi alasan, mengapa setiap dari Kita harus menyayangi ibu.

Menangislah Ibu

Bunda,
Aku memang tak menyaksikan, hari ketika kau dilahirkan,
Namun ku sangat yakni, pada hari itu pasti langit datang dengan indah
Dengan warnanya yang memerah jambu, awan pun berdesakan hendak turun,
Bahkan, mentari pun mengerlingkan mata, dan sore pun tak ingin beranjak jadi malam

Apa kau tahu mengapa demikian?
Karena dunia sangat gembira menyambut kehadiran seorang wanita yang mulia
Itu adalah kau bunda

Bunda,
Tapi aku masih dapat melihat senyummu sekarang ini,
Kurang lebih, seperti senyummu ketika kau dilahirkan ke dunia ini,
Lalu, ijinkan ku tuk bertanya,
bukankah bulan tidak selamanya purnama?

Dan embun pagi pasti akan diteguk oleh binatang melata,
Bahkan aku pun sudah tak telanjang lagi,
karena telah berbaju tebal yang penuh keangkuhan,
maka seyogyanya, menangislah bunda.

Apakah Anda tahu apa maksud puisi tentang ibu diatas? Ya, Ibu adalah wanita yang sangat mulia yang digambarkan ketika ia dilahirkan. Meski demikian, ibu tetaplah seorang manusia yang punya perasaan, bahkan ia bisa menangis.

Selamat Hari Ibu!

Ibu,
Kaulah sosok yang sangat kubanggakan
Kaulah sebagai tempatku untuk berpijak
Kaulah yang menjadi tempat sandaranku
Kaulah yang menjadi panutanku

Dan segalanya bagiku…
Di sisi ibulah aku bisa merasakan betapa bahagianya daku
Kerna masih memiliki seorang ibu

Dan aku pun sangat bahagia dengan melihat tawa lepasmu.
Ku selalu ingat ketika bibir manismu mengatakan
“Belajar rajinlah anakku, agar kelak kau menjadi anak yang berguna”
Kata itu akan selalu ku ingat

Dan akan selalu ku terapkan
Sebab, bahagiamu adalah bahagiaku juga ibu

Bagi Anda yang ingin mengucapkan selamat hari ibu, maka puisi tentang ibu ini bisa diungkapkan bahwa betapa bahagianya Anda memiliki seorang ibu yang hebat. Ibu yang mengajarkan segala apa yang tak Kita ketahui.

Terimakasih Ibu

Bintang beredar pada garisnya
Bulan bercahaya pada lintasnya
Dan Waktu pun bergulir pada takdirnya

Aku…
Dilahirkan oleh manusia yang hebat
Sepertinya…
Suatu anugerah terbesar yang Tuhan berikan untukku
Menjadikan diriku sebagai pelipur lara dalam jiwanya

Kau…
Perempuan yang paling hebat untukku
Menyayangiku tanpa batas
Mendampingi dalam semua kisahku

Kau…
Perempuan yang paling terbaik dalam setiap kerajaanku
Motivasi yang terbaik pada setiap lika-liku di kehidupanku

Ibu…
Aku mencintaimu
Terima kasih akan segala waktu dan lelahmu

Ibu…
Aku mencintaimu.

Puisi tentang ibu ini mengutarakan rasa terima kasih terhadap ibu yang melahirkan, yang membesarkan, dan mengantar terhadap kesuksesan.

Cahaya Ibu

Cinta yang kau berikan padaku membuatku terasa sangat hangat
Meski dunia ini bernaung dengan sangat kerasnya
Senyumanmu akan membuat diri ini sangat nyaman
Walaupun letih yang kau sembunyikan padaku terasa sangat berat

Ibu,
Kau suatu cahaya satu-satunya bagi hidupku
Lalu apa jadinya diriku tanpamu?
Maafkan aku yang melupakan akan jasamu
Ketika kau mengganti popokku, bahkan memberiku Asi

Ibu, maafkan diriku yang pernah berfikir bahwa kau pernah membenciku ketika kau marah
Terimakasih telah menyayangi ku
Kini saatnya aku membanggakanmu dengan kerasnya hidup ini

Dalam puisi ini adalah ungkapan bahwa adalah pelindung bagi anak-anaknya. Ia bahkan tak pernah menagih apa yang telah diberikan kepada anak-anaknya. Atas semua jasa, pengorbanan, dan waktunya ia berikan secara percuma.

Puisi untuk Ibu

Ibu…
Kau adalah wanita yang melahirkanku
Yang merawatku
yang membesarkanku
yang mendidikku
Hingga aku menjadi dewasa seperti ini

Ibu…
Kau adalah wanita yang siap siaga
Ketika aku tak kuat tuk berdiri
Ketika perutku terasa haus dan lapar
Dan ketika ku terbangun ketika malam hari

Ibu…
Kau adalah wanita yang penuh dengan perhatikan
Ketika aku sakit
Ketika aku jatuh
Ketika aku menangis
Bahkan ketika aku kesepian

Ibu…
Ku pandang wajahmu ketika tidur
Ada suatu sinar yang penuh akan keridhoan
Ada suatu sinar yang penuh akan kesabaran
Dan ada suatu sinar yang akan dengan kasih sayang
Dan terdapat sinar lelah karena aku merepotkanmu

Ibu…
Aku yang terus merepotkanmu
aku yang terus menghabiskan air susumu
aku yang terus menyita perhatianmu
aku yang terus menyusahkanmu

Ibu…
Kau pernah menangis karena aku
Kau pernah sedih karena aku
Kau pernah menderita karena aku
Kau pernah kurus karena aku
Dan kau selalu berkorban demi diriku

Ibu…
Jasamu tak akan pernah terbalas
Jasamu tak akan pernah terbeli
Jasamu tak akan pernah akhir
Jasamu tak akan pernah tara
jasamu akan selalu indah di dalam surga

Ibu…
Hanya sebuah untaian do’a yang dapat kupersembahkan untukmu
Karena jasamu tak akan pernah terbalas
Inilah tangisku sebagai saksi
Akan rasa cinta yang kau berikan padaku

Ibu…, Aku menyayangimu

Jelas tergambar dalam puisi tentang ibu ini. Bahwa perjuangan seorang ibu untuk menggiring anaknya sukses sangatlah sulit. Bahkan waktu dan perasaannya akan terkorbankan demi kebahagiaan anak-anaknya.

Dari Anakmu di Tanah Rantau

Salah besar,
Jika yang dibahagiain secara mati-matian adalah sosok pacar..
Ya, orang yang baru dikenal ketimbang Ibu,
Orang yang baru dicintai ketimbang Ibu,
Orang yang bisa jadi di esok hari, akan mengecewakan..

Ya, suatu hari kemungkinan ia akan bilang cinta pada setiap yang dicintainya
Padahal, Ibu pun mengharapkan kasih sayang dari anaknya, meski itu hanya secuil
*Ahh.. Untung saja beliau mengerti
Tak pernah marah
Atau bahkan sampai cemburu yang menguras kasih sayang di hatinya

Cintanya Ibu,
Kasihnya Ibu,
Sayangnya Ibu,
Tak pernah ada selesainya

Beliau tak akan pernah lelah untuk mengurusimu..
Beliau tak akan jenuh untuk mendengar celotehmu..
Bahkan, Beliau akan selalu melakukan apapun demi kebahagiaan anaknya
Meski, dalam senyumnya terselip rasa letih
Dari gurat keriputnya jadi saksi akan tulus nan kebaikannya yang tak tak terselip kepura-puraan..

Sungguh, aku sangat malu..
Kita diri ini hanya menjumpainya satu bulan, bahkan satu tahun pun tak pasti
Aku malah sibuk mengurus yang lainnya
Padahal sosok tangguh disana sangat menghawatirkanku

Jaga kesehatanmu ibu
Jaga pola makanmu ibu
Aku rindu akan senyum mu
Dari Anakmu yang ada di tanah Rantau.

Ya, pernah berfikir bahwa ketika Anda merantau siapa yang dirindukan? Kekasih? Padahal ada sosok kuat yang menanti di rumah. Ia, adalah ibu.

Penutup

Yap, itulah puisi tentang ibu. Jangan sedih dan cepat hubungi ibu Anda sekarang juga untuk melepas kangen. Anda juga bisa baca puisi tentang kehidupan disini.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya yaa.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.