Pengertian dan Struktur Novel Beserta Ciri-Cirinya

Artikel ini membahas mengenai semua tentang Novel dari mulai pengertian, struktur novel, hingga ciri-cirinya. Selamat membaca.

struktur novel
unsplash.com

Pengertian Novel

Buat Anda para pecinta novel, pastinya sudah tidak asing lagi dengan beberapa novel best seller yang dijual di pasaran. Isi dari novel memang selalu membuat para pembaca merasa tersihir dengan kata-kata yang ada di dalamnya. Namun, tahukah Anda? Jika dalam sebuah novel terdapat sebuah struktur untuk membangun sebuah novel agar menjadi novel yang baik?

Namun, sebelum membahas mengenai struktur novel itu sendiri, penting untuk mengetahui pengertian dari novel. Novel adalah sebuah karya sastra yang berbentuk prosa dan memiliki unsir intrinsic serta unsure ekstrinsik yang ada di dalamnya.

Nah, kata novel sendiri ternyata berasa dari bahasa Italia yakni “novella” yang mana memiliki arti kisah atau cerita. Sedangkan, untuk seorang penulis yang menulis novel tersebut dinamakan dengan novelis. Seperti yang sudah Anda ketahui, bahwa isi dari novel ini sendiri lebih panjang serta lebih kompleks jika dibandingkan dengan cerpen. Selain itu, dalam sebuah novel juga tidak mempunyai batasan struktural dalam sajak.

Isi dari novel juga umumnya berisi sebuah cerita yang menggambarkan kehidupan manusia yang berinteraksi dengan sesama dan juga lingkungannya. Di dalam sebuah novel, sang penulis juga akan berusaha sekeras mungkin untuk menyampaikan pesan tersembunyi lewat gambaran cerita kehidupan yang ada di dalam novel.

Pengertian Novel Menurut Ahli

Pengertian dari novel itu sendiri bahkan tidak hanya cukup sampai disitu saja. Beberapa ahli juga menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan novel itu sendiri. Berikut beberapa ahli yang menjelaskan pengertian novel.

1. Drs. Jakob Sumardjo

Menurut beliau, novel adalah suatu bentuk karya sastra yang sangat terkenal. Novel pun menjadi karya sastra yang paling banyak dicetak karena memiliki daya komunitas yang sangat luas dalam masyarakat.

2. Drs. Rostamaji, M,Pd

Drs. Rostamaji, M.Pd menuturkan bahwa novel adalah karya sastra yang memiliki dua unsur, yakni unsur intrinsic dan unsur ekstrinsik. Kedua unsur tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya karena sangat berpengaruh dalam pembuatan karya sastra.

3. Paulus Tulkam S.Pd

Sedangkan, menurut Paulus Tulkam S.Pd yang dimaksud dengan novel adalah sebuah karya sastra yang berbentuk prosa dan terdiri atas berbagai macam unsure intrinsic yang ada di dalamnya.

4. Dr. Nurhadi

Cukup berbeda dengan pengertian novel dari Dr. Nurhadi. Beliau menjelaskan bahwa pengertian dari novel itu sendiri adalah sebuah karya sastra yang di dalamnya terkandung nilai-nilai sosial dan budaya, pendidikan serta moral.

Menurut pengertian dari beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa novel adalah sebuah karya sastra dalam bentuk prosa, yang mana di dalamnya terdiri atas berbagai macam unsur intrinsic dan unsur ekstrinsik dan mengandung nilai sosial kebudayaan serta moral yang banyak diminati oleh masyarakat luas.

Struktur Novel

Seperti yang sudah disinggung pertama kali, bahwa untuk membuat sebuah novel Anda harus memahami beberapa struktur novel. Mengapa sebuah novel harus menggunakan sebuah struktur? Struktur yang ada dalam novel bertujuan untuk menjadikan novel menjadi lebih mudah untuk dipahami oleh pembaca serta memiliki alur yang jelas.

Nah, beberapa hal di bawah ini akan dijelaskan mengenai struktur novel itu sendiri.

1. Abstrak

Pada bagian awal dari struktur novel ada yang namanya abstrak. Yang disebut dengan abstrak ini sendiri adalah sebuah bagian ringkasan dari isi cerita itu sendiri. Tentu saja, untuk bagian abstrak berada pada awal paragraf.

2. Orientasi

Bagian orientasi adalah sebuah bagian yang menjelaskan tentang latar waktu serta suasana dari cerita. Tidak hanya menjelaskan tentang terjadinya suatu cerita, namun pada bagian yang satu ini juga menjelaskan tentang penokohan ataupun perwatakan.

3. Komplikasi

Komplikasi dalam sebuah novel memang sangatlah penting. Komplikasi adalah urutan kejadian yang mana dihubungkan oleh adanya sebab dan akibat. Yang mana, jika sebuah peristiwa terjadi, maka hal tersebut pastinya disebabkan oleh sesuatu hal yang menyebabkan peristiwa lainnya juga ikut muncul.

4. Evaluasi

Jika ada komplikasi, tentu saja terdapat sebuah evaluasi. Pada tahap evaluasi merupakan sebuah tahap yang mana konflik yang ada pada bagian komplikasi sudah terarah untuk menuju suatu titik tertentu

5. Resolusi

Pada bagian resolusi merupakan sebuah tahap yang memunculkan solusi dari konflik yang sedang terjadi.

6. Koda

Nah, untuk koda merupakan struktur novel yang terakhir. Bagian koda ini merupakan bagian akhir atau penutup cerita.

Mengetahui beberapa struktur novel memang sangat penting. Terlebih lagi jika Anda ingin membuat sebuah novel. Bagi Anda yang ingin membuat sebuah novel yang mudah dipahami oleh para pembaca, alangkah baiknya untuk memperhatikan berbagai macam struktur yang harus ada di dalamnya.

Untuk membedakan novel dengan karya sastra yang lainnya, tentu dalam sebuah novel juga memiliki ciri-ciri. Nah, apa sajakah ciri-ciri novel yang patut untuk Anda ketahui? Berikut ini penjelasannya.

Ciri Ciri Novel

Ciri-Ciri Umum Dalam Sebuah Novel

1. Di dalam sebuah novel terdiri paling tidak terdiri atas 35.000 kata
2. Novel yang baik paling tidak terdiri atas 100 halaman
3. Durasi dalam membaca novel paling tidak 2 jam atau 120 menit
4. Cerita yang ada di dalamnya lebih dari impresi, efek serta emosi
5. Alur cerita yang terdapat di dalam novel sangat kompleks
6. Cerita yang ada di dalam sebuah novel lebih panjang, akan tetapi banyak kalimat yang diulang
7. Novel yang dibuat ditulis dengan menggunakan narasi, lalu akan didukung dengan deskripsi yang bermaksud untuk menggambarkan situasi serta kondisi yang terdapat di dalamnya.

Selain ciri-ciri novel yang umum dan sering Anda jumpai seperti sekarang ini, ternyata ada juga novel tahun 20-an dan 30-an yang juga memiliki ciri-ciri seperti berikut ini:

Ciri-Ciri Novel 20an dan 30an

1. Pada novel masa ini, temanya berupa adat serta kawin paksa
2. Biasanya berisi sebuah kritikan untuk adat tempo dulu
3. Tokoh yang ada di dalam novel diceritakan dari muda hingga meninggal dunia
4. Menggunakan bahasa yang kaku serta statis
5. Bahasanya juga lebih santun
6. Mempunyai konflik perselisihan dalam memilih sebuah nilai kehidupan
7. Memakai kata-kata yang berlebihan.

Itulah ciri-ciri dari novel angkatan tahun 20an dan 30an. Sementara itu, novel yang saat ini sedang banyak digemari ialah novel remaja. Nah, untuk novel yang satu ini umumnya mengambil cerita masa kini ataupun cerita yang sering terjadi masyarakat.

Novel remaja ini juga memiliki cerita yang lebih kekinian jika dibandingkan dengan novel angkatan 20an atau 30 an. Untuk lebih jelasnya, berikut ciri-ciri novel remaja.

Ciri-Ciri Novel Remaja

1. Identik dengan tema percintaan, pertemanan atau persahabatan
2. Bahasa yang digunakan menggunakan bahasa sehari-hari sehingga mudah untuk dipahami
3. Ciri-ciri yang lainnya sama dengan novel pada umumnya.

Tentu saja, berdasarkan ciri-ciri yang sudah disebutkan di atas, dapat dipahami bahwa perbedaan antara novel remaja dengan novel angkatan 20an dan 30an jauh sekali.

Penutup

Itulah artikel mengenai struktur novel yang bisa kamu pelajari.

Anda juga bisa membaca artikel lainnya : struktur artikel dan struktur karya ilmiah.

Terimakasih sudah membaca dan sampai jumpa di artikel lainnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.