Penjelasan Lengkap Tentang Macam-Macam dan Struktur Virus

Artikel ini berisi tentang struktur virus berikut penjelasan dan fungsinya. Selamat membaca.

struktur virus
siswapedia.com

Struktur Virus

Berbeda dengan bakteri. Virus ukurannya lebih kecil, sehingga akan lebih mudah menembus sistem kekebalan tubuh. Tahukan Anda tentang macam-macam dan struktur virus? Berikut penjelasan lengkapnya.

Ukuran Tubuh Virus

Berbeda dengan bakteri yang bisa diamati dengan mikroskop cahaya menggunakan perbesaran 1.000 kali, maka bila Anda akan mengamati virus harus dengan mikroskop menggunakan perbesaran yang lebih besar lagi. Dengan demikian, untuk mengamati virus tentunya harus menggunakan mikroskop elektron yang bisa memperbesar objek hingga 200.000-400.000 kali.

Mengapa demikian? Hal tersebut karena, tubuh virus hanya berukuran sekitar 20 hingga 300 nanometer (nm) saja, dimana 1 nanometer sendiri sama dengan 1/1.000.000.000 meter atau 10-9 m. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata ukuran tubuh virus, ialah 50 kali lebih kecil dibandingkan bakteri.

Disamping hal tersebut, bila terdapat virus dengan ukuran tubuh sekitar 25 nm, maka itu merupakan jenis virus Poliomylitis atau virus penyebab polio. Sedangkan bila terdapat virus dengan ukuran tubuh sekitar 100 nm, maka itu merupakan jenis virus Bacteriofag atau virus T Bacteriophage atau phage, yakni virus yang biasanya menyerang bakteri Escherichia coli dalam usu.

Lalu, virus yang memiliki ukuran paling besar ialah sekitar 300 nm, seperti virus mosaik pada tembakau atau TMV (Tobacco Mosaic Virus).

Macam-Macam Bentuk Virus

Apakah setiap virus memiliki bentuk yang sama? Pada dasarnya, terdapat beberapa bentuk virus di dunia ini, seperti bentuk oval, bentuk bola, bentuk jarum, bentuk tangkai, bentuk huruf T, bahkan berbentuk seperti berudu katak yang memiliki ekor dan kepala.

Nah, guna memudahkan dalam mengidentifikasi virus, maka beberapa pengelompokan virus dikelompokkan dibagi menjadi empat kelompok utama, yakni:

1. Virus Bentuk Spiral atau Helical

Struktur virus dari bentuk spiral ini memang berbeda dari biasanya. Bahkan, sangat sedikit jenis virus yang memiliki bentuk ini. Salah satu contohnya adalah virus mosaik tembakau atau TMV.

2. Virus Bentuk Ikosahedron atau Polyhedral

Virus berbentuk ikosahedron atau polihedral yang disebut juga dengan poligon 20 sisi, ini bisa Anda jumpai pada virus Adenovirus atau virus penyebab demam. Dimana, virus yang paling kecil ini, biasanya memiliki ukuran tubuh sekitar 10 hingga 20 nanometer.

3. Virus Berpelindung (Enveloped)

Disebut dengan virus berpelindung, hal ini karena salah satu struktur virus ini memiliki pelindung atau pembungkus luar yang meliputi glikoprotein. Lipoprotein atau kombinasi glikoprotein dan lipoprotein. Dimana, biasanya virus ini berbentuk bulat atau juga bisa berbentuk bola, dengan diameter umum sekitar 60 hingga 300 nanometer. Salah satu contoh jenis virus ini yakni terdapat pada virus Influenza.

4. Virus Bentuk Kompleks (Complex)

Sedangkan untuk virus dengan bentuk kompleks ini mempunyai struktur tubuh yang sangat lengkap, yakni memiliki bagian seperti kepala, leher, serta ekor. Dengan struktur tubuh demikian, tak heran jika virus ini disebut juga dengan bentuk huruf T. Dan salah satu contohnya adalah Bakteriofage atau virus pemakan bakteri.

Bagian-Bagian Tubuh Virus Beserta Fungsinya

Meski setiap virus mempunyai bentuk serta ukuran yang berbeda, tetapi pola struktur tubuhnya sama. Contoh saja menggunakan struktur tubuh bakteriofage dalam menjelaskannya. Untuk penjelasan struktur tubuh bakteriofage yakni:

1. Kepala Virus

Untuk struktur virus bagian kepala, terdiri dari kapsid dan asam nukleat. Dimana kapsid sendiri adalah selubung protein yang memiliki fungsi untuk memberi bentuk pada virus, serta melindungi asam nukleat terhadap kerusakan, misalnya dari enzim pencernaan atau nuklease.

Selain itu, kapsid juga memiliki fungsi untuk menyediakan protein enzim yang digunakan sebagai penembus membran sel inang saat melakukan infeksi. Nah, protein penyusun kapsid ini disebut dengan kapsomer, dimana kapsid ini berisi asam nukleat yang disebut dengan nukleokapsid.

Sedangkan asam nukleat sendiri, merupakan substansi genetik yang memiliki fungsi guna mengangkut kode pewarisan sifat virus. Nah, setiap jenis virus ini tersusun atas satu jenis asam nukleat yakni DNA maupun RNA saja.

Misalnya bakteriofag dan virus cacar yang hanya memiliki asam nukleatnya dengan isi DNA saja, sedangkan virus influenza dan HIV asam nukleatnya hanya berisi RNA saja.

Membahas tentang struktur tubuh virus bagian isi, materi genetik (nukleoprotein) atau yang disebut dengan bahan inti sendiri tersusun atas:

• AND, biasanya hanya terdapat dalam virus yang hidup di hewan saja
• ARN, biasanya hanya terdapat dalam virus yang hidup di tumbuhan saja
• dan AND atau ARN, yang hanya terdapat dalam virus yang hidup di bakteri saja

Selain itu, untuk proses respirasi sel virus sendiri, tak mempunyai organel mitokondria,. serta tak memiliki ribosom dalam melakukan sintesis protein. Tetapi virus memiliki informasi genetik yang bisa digunakan dalam sintesis protein bila hidup di tubuh inang.

Dimana kapsid yang digunakan untuk melakukan sintesis enzim adalah enzim yang berguna untuk mengambil alih proses metabolisme sel inang. Sedangkan untuk mereplikasi diri dengan menggunakan asam nukletnya.

2. Leher Virus

Untuk struktur tubuh virus bagian isi, tak semua virus mempunyai bagian leher. Ya, hanya virus dengan bentuk kompleks saja, yang mempunyai leher. Dimana, bagian leher virus ini terdiri dari leher dan juga kerah atau collar. Nah, leher virus ini memiliki fungsi untuk menyangga kepala virus.

3. Ekor Virus

Sedangkan ekor, merupakan bagian struktur virus yang sangat penting guna melekatkan diri pada sel inangnya, sekaligus untuk memasukkan materi genetik virus pada sel inangnya tersebut.

Nah, bagian-bagian ekor virus ini, terdiri dari serabut ekor, selubung ekor, lempeng dasar serta jarum penusuk. Fungsi bagian tersebut ialah:

Selubung ekor tersebut berfungsi dalam menginjeksi DNA virus pada sel hospes, serta sebagai tempat penghubung antara kepala virus dengan lempeng dasar virus.
Lempeng dasar memiliki fungsi untuk melekatnya serabut ekor dengan jarum penusuk.
Serabut ekor sendiri berfungsi untuk menerima rangsangan atau reseptor, serta untuk menempel pada sel inang.
Jarum penusuk memiliki fungsi untuk melubangi sel inang supaya DNA virus bisa masuk ke dalam tubuh sel inang.

Sebagai tambahan mengenai kapsid atau pelindung virus, biasanya virus yang menginfeksi pada saluran pernapasan hewan, masuk ke dalam jenis virus Adenovirus. Dimana virus tersebut mengandung kira-kira 252 molekul protein identik, yang membentuk atau tersusun atas sebuah kapsid polyhedral dengan jumlah 20 sisi triangular sebuah ikosahedron.

Dengan demikian, tak heran jika adenovirus atau virus lainnya yang mempunyai bentuk mirip, disebut dengan virus ikosahedral.

Selain itu, sejumlah virus juga mempunyai struktur aksesori yang dapat membantu virus untuk menginfeksi inang. Contohnya, amplop bermembran pada virus influenza yang mengelilingi. Dimana amplop virus atau viral envelope ini sendiri, berasal dari membran sel inang, yang mengandung fosfolipid serta protein membran sel inang.

Bahkan, amplop ini juga mengandung protein serta glikoprotein dari virus. Dimana Glikoprotein merupakan suatu protein yang berikatan terhadap kovalen dengan karbohidrat. Selain itu, sejumlah virus ini biasanya juga bisa mengangkut beberapa molekul enzim virus dalam kapsid.

Penutup

Itulah struktur virus yang bisa Anda pelajari. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.