3 Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif Dengan Penjelasan Rinci

Artikel ini membahas mengenai teknik pengumpulan data kuantitatif secara lengkap dan mudah dipahami sehingga bisa langsung dipraktekkan. Selamat membaca.

teknik pengumpulan data kuantitatif
unsplash.com

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan cara yang bisa digunakan oleh seorang peneliti untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitiannya. Teknik merujuk pada sebuah kata yang abstrak atau tidak bisa diwujudkan dalam bentuk benda, akan tetapi, hanya bisa dilihat dari penggunaannya.

Diantaranya adalah melalui angket, pengamatan, wawancara, tes atau ujian, dokumentasi dan sebagainya. peneliti bisa menggunakan salah satu maupun gabungan teknik. Tergantung dari masalah yang dirumuskan oleh peneliti.

Teknik pengumpulan data adalah langkah paling utama di dalam proses penelitian, sebab tujuan utama dari sebuah penelitian adalah mendapatkan data-data. Teknik yang diperlukan di sini merupakan teknik pengumpulan data yang dianggap paling tepat, sehingga data yang didapatkan benar-benar valid dan reliabel. Teknik pengumpulan data dibagi menjadi dua yaitu teknik pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif.

Ada dua elemen penting yang bisa mempengaruhi kualitas data penelitian, meliputi instrumen penelitian serta kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen berkenaan dengan ketepatan dari cara yang dipakai untuk mengumpulkan data-data. Maka dari itu, gunakan instrument yang teruji validitasnya.

Kesalahan dalam pengumpulan data penelitian, akan berimbas langsung kepada proses serta hasil penelitian. Secara sederhana, pengumpulan data bisa diartikan sebagai proses maupun kegiatan yang akan dilakukan oleh peneliti demi mengungkap atau menjaring beraneka informasi, fenomena, serta kondisi lokasi penelitian sesuai lingkup penelitian yang telah ditentukan.

Pendekatan Penelitian

Pengumpulan data dilaksanakan melalui pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Pengertian pengumpulan data juga diartikan sebagai proses yang dilaksanakan di dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif.

Dari kondisi tersebut, maka pengumpulan data bisa dimaknai sebagai kegiatan peneliti untuk mengumpulkan sejumlah data lapangan yang diperlukan untuk menguji hipotesis (penelitian kuantitatif) dan menjawab pertanyaan peneliti (penelitian kualitatif).

Teknik pengumpulan data ditentukan oleh metodologi dari penelitian. Teknik pengumpulan data kuantitatif menggunakan angket (questionnaire), dokumentasi, dan wawancara. Sedangkan penelitian kualitatif menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam (indent interview, serta studi kasus (case study).

Perbedaan antara kualitatif dan kuantitatif dibahas secara terperinci disini.

Nah, berikut pembahasan lebih rinci mengenai teknik pengumpulan data kuantitatif.

Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif

Dalam mengumpulkan data, bisa dilakukan dalam berbagai sumber, setting, dan cara. Jika dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data bisa menggunakan sumber primer dan sekunder. Sedangkan dari settingnya, data bisa dikumpulkan pada natural setting (setting alamiah), laboratorium dengan menggunakan metode eksperimen, di dalam rumah dengan berbagai responden, dan sebagainya.

Untuk pembahasan data kuantitatif sendiri bisa Anda baca disini.

Sedangkan dilihat dari cara atau tekniknya, maka, pengumpulan data bisa dilakukan dengan observasi, interview atau wawancara dan kuesioner (angket).

1. Observasi

Cara yang paling efektif untuk menggunakan metode ini adalah melengkapinya menggunakan blangko atau format pengamat sebagai instrumen pertimbangan. Baru kemudian format disusun dengan item-item mengenai kejadian maupun tingkah laku yang digambarkan.

Mencatat data observasi bukan hanya sekedar mencatat. Akan tetapi, juga mengadakan sebuah pertimbangan untuk melakukan penilaian dalam skala bertingkat. Contohnya, memperhatikan reaksi penonton televisi, tidak hanya mencatat reaksi saja, akan tetapi juga menilai apakah reaksinya kurang ataupun tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki.

Dari proses pelaksanaan pengumpulan datanya, observasi bisa dibedakan jadi dua macam yaitu:

• Observasi Participant

Merupakan teknik pengumpulan data dengan observasi yang mana peneliti terlibat secara langsung dalam kegiatan sehari-hari subjek penelitian. Jadi, sembari melakukan pengamatan, peneliti juga melakukan apa yang sumber data lakukan. Sehingga, data yang didapatkan akan menjadi lebih akurat dan tajam.

• Observasi Non-Participant

Lain halnya dengan observasi participant, pengumpulan data ini tidak melibatkan peneliti secara langsung. Peneliti hanya sebagai pengamat yang independen.

2. Interview (Wawancara)

Wawancara dipakai oleh peneliti apabila ingin dilakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang perlu diteliti, dan jika peneliti ingin mengetahui hal kecil dari responden lebih mendalam. Wawancara bisa dilakukan apabila jumlah respondennya kecil atau sedikit. Teknik pengumpulan data kuantitatif harus dilakukan pada responden yang benar dan dapat dipercaya.

Wawancara bisa dilakukan secara terstruktur ataupun tidak terstruktur. Bahkan bisa dilakukan secara langsung (tatap muka) ataupun hanya melalui telepon.

• Wawancara Terstruktur

Wawancara terstruktur dipakai jika peneliti telah mengetahui dengan pasti informasi apa saja yang ingin diperoleh. Maka dari itu, pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian yaitu pertanyaan tertulis serta alternatif jawabannya. Dengan wawancara terstruktur ini, setiap responden akan diberikan pertanyaan yang sama, kemudian dicatat.

Selain instrument, hal yang perlu dibawa oleh peneliti adalah gambar, recorder, brosur, dan material lain yang bisa digunakan sebagai alat bantu. Secara sederhana, teknik wawancara terstruktur dan alternatif jawaban akan diberikan pada informan terlebih dahulu.

• Wawancara Tidak Terstruktur

Wawancara ini peneliti bebas mengajukan pertanyaan dan tidak menggunakan pedoman wawancara yang tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan data. Pedomannya hanya berupa garis besar permasalahan yang akan dijadikan pertanyaan.

3. Kuesioner (Angket)

Kuesioner adalah alat untuk mengumpulkan data dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan ataupun pertanyaan dalam bentuk tertulis pada responden untuk dijawab. Kuesioner adalah teknik pengumpulan data kuantitatif yang sangat efisien apabila peneliti mengetahui dengan pasti variabel yang akan diukur serta tahu apa yang dapat diharapkan oleh responden.

Prinsip Menulis Angket

Prinsip yang perlu diperhatikan ketika menuliskan angket adalah:

• Isi dan tujuan pertanyaan :

penulis perlu memahami bentuk pertanyaan untuk melakukan pengukuran atau tidak. Jika bertujuan untuk melakukan pengukuran, maka jawaban yang diberikan harus dalam skala pen-skor-an.

• Bahasa yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan berbahasa dari responden :

pahami betul apakah responden dapat memahami bahasa yang Anda gunakan. Jika responden adalah orang tua yang tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia, sebisa mungkin sesuaikan dengan bahasa yang digunakan sehari-hari.

• Tipe dan bentuk pertanyaan bisa terbuka atau tertutup :

pertanyaan terbuka digunakan saat peneliti mengharapkan responden menjawab pertanyaan di dalam bentuk uraian. Sedangkan pertanyaan tertutup dipakai saat peneliti menginginkan jawaban singkat dari responden.

• Pertanyaan tidak mendua :

jangan memberikan pertanyaan yang bisa menimbulkan salah tafsir. Contohnya adalah pertanyaan seperti ini, “Bagaimanakah pendapat Anda mengenai kecepatan dan kualitas pelayanan dalam pembuatan e-KTP?”

• Tidak menanyakan yang sudah terlupa :

jadi, jangan membuat pertanyaan yang kemungkinan responden sudah lupa dengan jawabannya. Peneliti juga tidak boleh memberikan pertanyaan berat yang membuat pusing responden.

• Tidak menggiring pada salah satu jawaban :

contohnya adalah pertanyaan seperti ‘Bagaimanakah jika bonus kerja karyawan ditingkatkan? (maka sebagai pegawai memiliki peluang besar menjawab setuju)’. Hindari pertanyaan sejenis ini!

• Pertanyaan baiknya tidak terlalu panjang :

konsentrasi responden dapat berkurang jika peneliti membuat pertanyaan yang terlalu panjang. Dalam sekali angket, akan lebih baik jika memuat 20 hingga 30 pertanyaan saja.

• Urutan pertanyaan dari yang umum ke hal yang lebih spesifik :

urutan pertanyaan seperti itu akan mempengaruhi psikologi responden.

• Penampilan fisik angket :

sebaiknya buatlah angket menggunakan kertas yang menarik. Sehingga, akan meningkatkan ketertarikan pengisi angket. Ketertarikan ini akan membuat responden mengisi dengan serius.

Penutup

Itulah artikel yang membahas teknik pengumpulan data kuantitatif. Semoga bisa langusng Anda praktekkan. Terimakasih, sampai jumpa di artikel-artikel lainnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.